Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menjelajahi Keindahan Negeri Singa Atlas (8)
Kota Kembar Jakarta Bernama Casablanca
Senin, 5 Agustus 2024 07:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Laporan Muhammad Rusmadi dari Maroko
Pada 11-21 Juli 2024, diinisiasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko (PPIM), delegasi tujuh wartawan Indonesia melakukan liputan ke Kerajaan Maroko, termasuk wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi, untuk melihat langsung geliat kemajuan dan menjelajahi keindahan Kerajaan Singa Atlas ini. Berikut laporannya:
Di Casablanca, kami hanya menginap semalam. Tiba pukul 14:20 pada Kamis, 11 Juli 2024, setelah penerbangan panjang Jakarta-Casablanca --plus transit di Doha Qatar. Jumat, sekitar pukul 17:00, kami sudah meninggalkan Casablanca, menuju Marrakesh.
Bagi warga Jakarta, Casablanca, tentu mengingatkan pada Jalan Casablanca, yang menghubungkan Kampung Melayu dan Karet Belakang itu. Jalan Casablanca di Jakarta ini, memang bagian kerjasama Sister City atau Kota Kembar, antara Indonesia dan Maroko. Bila di Jakarta ada Jalan Casablanca, di Rabat, Ibu Kota Maroko sana, ada Jalan atau Avenue Soekarno.
Baca juga : Masjid Hassan II Casablanca Di Tepi Atlantik
Penganugerahan nama “Casablanca” sebagai nama jalan di Jakarta dimulai pada 1991. Ketika sudah resmi terjalin kerjasama Sister City antara Jakarta dan Casablanca.
Casablanca, dalam bahasa Inggris dan Spanyol, berasal dari kata Casa dan Blanca, berarti "rumah yang putih", dari bahasa Portugis Casa Branca, yang artinya juga sama.
Sebelum abad ke-15 hingga sekitar 1851, wilayah yang sekarang disebut Casablanca ini disebut Anfa, yang diterjemahkan dalam berbagai sumber di Eropa sebagai El-Anfa, Anafa atau Anaffa, Anafe, Anife, Anafee, Nafe, dan Nafee, dari bahasa Tamazight atau bahasa Berber (bahasa utama Afrika Utara; Maroko, Aljazair, sebagian di Tunisia, Libya, Mesir, Mauritania, Niger, dan Mali). Artinya bukit, tanjung di laut, atau pantai berpasir.
Tak jelas, kapan asal-usul nama "Casablanca" dimulai. Sosiolog Prancis yang pakar tentang Maroko (1911-1991), André Adam menyebut legenda Sufi dan pedagang bernama Allal al-Qairawani, konon dari Tunisia menetap di Casablanca sekarang bersama istrinya, Lalla al-Baiḍāʾ (Perempuan berkulit putih). Oleh penduduk Desa Mediouna (kini kota di tenggara Casablanca), mereka pun menyiapkan rumah, yang kemudian disebut dalam bahasa Arab "Dar al-Baiḍāʾ" (rumah perempuan yang putih).
Masjid Al Muhammadi, Habous, Casablanca adalah sebuah masjid tua di kawasan Habous, dibangun pada 2 Juni 1934 M /1355 H. [Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka / RM.id]
Baca juga : Cape Spartel, Pemandangan Selat Gibraltar Yang Menakjubkan
Lalu, di sebuah bukit di atas reruntuhan Anfa, tepat di barat pusat kota saat ini, terdapat sebuah bangunan putih, kemungkinan sebuah zawiyah (sejenis majelis atau madrasah) kaum Sufi, yang berfungsi sebagai “penanda” bagi para pelaut yang berlayar mendekati pantai Casablanca.
Seorang pembuat peta (kartografer) Portugis, Duarte Pacheco, menulis pada awal abad ke-16, kota ini mudah dikenali karena menara, dan para pemandu laut dari akhir abad ke-19 masih merujuk pada "menara putih" sebagai patokan.
Orang Maroko masih menyebut kota ini Casablanca atau disingkat Casa, atau dengan nama Arabnya, diucapkan d-Dār l-Biḍā dalam bahasa Arab Maroko, atau ad-Daāru-l-Bayḍhaā' dalam bahasa Arab resmi, yang juga berarti ‘rumah/bangunan putih’.
Jauh mundur kebelakang, Casablanca terlacak sudah dihuni pertama kali sejak abad ke-7 SM. Sementara selama Perang Dunia II, Presiden AS Franklin Delano Roosevelt dan PM Britania Winston Churchill, juga pernah bertemu di sini, merencanakan strategi mengalahkan Jerman pada 1943.
Baca juga : PT JIP Dampingi Dinas Bina Marga Jakarta Lakukan Penurunan Kabel Udara
Kini, Casablanca adalah kota terbesar di Maroko. Kota seluas 384 km persegi ini berpenduduk sekitar 3,71 juta di daerah perkotaan, dan lebih dari 4,27 juta di Casablanca Raya, membuat kota ini terpadat di Maroko, dan terbesar ke-8 di dunia Arab.
Sebagai kota penting dan terbesar di Maroko, Casablanca memang layak jadi kembaran Kota Jakarta. Meski secara luas dan jumlah populasi masih terpaut jauh. Karena Jakarta luasnya hampir dua kali lipat Casablanca, yakni 664,01 km persegi. Juga jumlah penduduk Jakarta yang ada 11.135.191 jiwa, hampir tiga kali lipat populasi Casablanca.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya