Dark/Light Mode

Menyaksikan Geliat Kemajuan Negeri Singa Atlas (2)

Maroko Punya Super Komputer Tercanggih

Selasa, 30 Juli 2024 06:06 WIB
Mohammed VI Polytechnic University (UM6P), Ben Guerir, Maroko. [Foto: um6p.ma]
Mohammed VI Polytechnic University (UM6P), Ben Guerir, Maroko. [Foto: um6p.ma]

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Laporan Muhammad Rusmadi dari Maroko

Pada 11-21 Juli 2024, diinisiasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko (PPIM), delegasi tujuh wartawan Indonesia melakukan liputan ke Kerajaan Maroko, termasuk wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi, untuk melihat langsung geliat kemajuan di Kerajaan Singa Atlas ini. Berikut laporannya:

Jumat, 12 Juli 2024, sekitar pukul 14:30, kami mengunjungi Mohammed VI Polytechnic University. Biasa disingkat UM6P. Institusi pendidikan ini menarik, karena berorientasi pada penelitian terapan dan inovasi dengan satu fokus, Afrika!

Baca juga : Mendarat Di Casablanca, Nge-teh Mint Di Pusat Kota

Ini bahkan ditulis dengan huruf besar di sebuah dinding kampus. “You can change Africa... Let’s do it!” Lengkap dengan garis yang membentuk benua Afrika.

[Foto: Rusma/RM.id]

Kampus utama UM6P ada di Kota Ben Guerir atau Ibnu Jarir, dari aksara Arab di marka jalan yang bisa saya baca. Jaraknya sekitar 178 km, atau kurang lebih dua jam naik mobil dari pusat Kota Casablanca, tempat kami menginap. Namun dari Kota Marrakesh malah lebih dekat, hanya 70 km.

Ben Guerir memang sebuah kota yang dirancang untuk universitas, di samping sebagai kota militer, karena di sini terdapat Pangkalan Udara Ben Guerir. Kota ini juga merupakan Ibu Kota Provinsi Rehamna di Maroko tengah, di wilayah Marrakesh-Safi.

Selain itu, Ben Guerir juga terkenal dengan produksi batuan fosfat, yang selain untuk pupuk, kini fosfat makin banyak dimanfaatkan untuk bahan baku baterai kendaraan listrik, jenis baterai lithium iron phosphate (LFP).

Sara Sabbane, Business Partner Communication UM6P. [Foto: Rusma/RM.id]

Baca juga : Menteri PUPR Gelar Pertemuan Bilateral Dengan Korea Bahas Proyek Air Bersih

Ben Guerir merupakan tempat kampus pusat UM6P, sementara sejumlah cabang juga ada di Rabat, Laâyoune dan Paris. Sebuah kampus di pinggiran kota juga akan dibuka di wilayah El Jadida pada 2034.

Begitu tiba, saya terkesan dengan gaya unik arsitekturnya. Kami disambut oleh Sara Sabbane, Business Partner Communication UM6P. Setelah berkenalan dan menyilakan kami menyantap kue-kue-an dan tentu, teh mint khas Maroko, gadis berambut panjang ini pun mengajak ke layar presentasi, memperkenalkan profil kampus. Lengkap dengan maketnya yang terbentang di hadapan kami.

Belakangan setelah dijelaskan, saya makin kagum pada sisi modernitasnya. Kampus UM6P, jelas Sara, dirancang oleh arsitek terkenal dunia, Ricardo Bofill dan Elie Mouyal, yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan material lokal.

Ricardo Emilio Bofill Maggiora Vergano. [Foto: listennotes.com]

Asal tahu saja, arsitek asal Catalonia, kelahiran Barcelona, Spanyol, bernama komplit Ricardo Emilio Bofill Maggiora Vergano ini, atau kadang dikenal Ricardo Bofill Jr, ternyata juga seorang penulis, sekaligus sutradara film. Sementara Elie Mouyal, adalah arsitek dan perencana kota asal Maroko.

Elie Mouyal. [Foto: Facebook Architecture Elie Mouyal]

Baca juga : Aparat Diminta Bertindak Tegas

Selain sebagai sarana belajar, kampus seluas 17 hektar ini juga dirancang sebagai tempat bermain. Bahkan banyak pilihan infrastruktur canggih untuk berolahraga, atau sekadar bersantai.

Universitas ini menerima mahasiswa angkatan pertama pada 2013, sebelum diresmikan pada 11 Januari 2017. Sejak itu, universitas ini terus berkembang menjadi lembaga penelitian terkemuka untuk kolaborasi antara Afrika dan Eropa.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.