Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menyaksikan Geliat Kemajuan Negeri Singa Atlas (4)
Tanger Med, Pelabuhan Raksasa Selemparan Batu Dari Spanyol
Kamis, 1 Agustus 2024 07:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Laporan Muhammad Rusmadi dari Maroko
Pada 11-21 Juli 2024, diinisiasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko (PPIM), delegasi tujuh wartawan Indonesia melakukan liputan ke Kerajaan Maroko, termasuk wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi, untuk melihat langsung geliat kemajuan di Kerajaan Singa Atlas ini. Berikut laporannya:
Jumat, 19 Juli 2024, kami menuju Tanger atau Thanjah. Berangkat dari Rabat, Ibu Kota Maroko.
Baca juga : Dakhla, Surga Nan Sejuk Di Tengah Sahara
Tanger adalah kota di Maroko bagian barat laut, di pesisir Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Kota ini merupakan ibu kota wilayah Tanger-Tetouan-Al Hoceima, serta Prefektur (semacam provinsi yang dipimpin oleh pemimpin tunggal) Tanger-Assilah di Maroko.
Ini salah satu kota tua yang amat kaya sejarah. Banyak peradaban dan budaya mempengaruhi kota ini, bahkan sejak sebelum abad ke-10 SM! Dimulai sebagai kota Fenisia yang strategis dan pusat perdagangan, Tanger menjadi penghubung banyak budaya.
Pada 1923, kota ini menjadi zona internasional yang dikelola kekuatan kolonial dan menjadi tujuan banyak diplomat, mata-mata, bohemian, penulis, dan pebisnis Eropa dan Amerika. Namun status demikin tak ada lagi setelah kemerdekaan Maroko.
Lalu pada awal abad ke-21, Tanger berkembang dan dimodernisasi secara pesat. Proyek-proyeknya meliputi pariwisata di sepanjang teluk, distrik bisnis modern yang disebut Pusat Kota Tanger, terminal bandara, dan stadion sepak bola. Perekonomian Tanger pun kian kinclong dengan adanya dari pelabuhan Tanger-Med. Ke sinilah tujuan utama kami.
Mercusuar Tanjung Spartel di Tanger. [Foto: Muhammad Rusmadi/Rakyat Merdeka & RM.id]
Baca juga : Maroko Punya Super Komputer Tercanggih
Sekitar pukul 08:00, kami sudah tiba di Terminal Kereta Api Tanger-Ville. Pukul 8:50, kami dijadwalkan naik Al Boraq dan tiba di Tanger pada 10:10. Lama perjalannya 1 jam 20 menit.
Kalau naik mobil, waktu tempuhnya 2 jam 53 menit. Hampir 3 jam. Jarak Rabat-Tanger sekitar 248,4 km. Jadi, memang menghemat waktu. Apalagi kalau harus bolak-balik dalam sehari, seperti rencana perjalanan kami hari ini.
Oya, Al Boraq adalah kereta berkecepatan tinggi. Pertama di Afrika. Rekor kecepatan tertinggi kereta ini mencapai 357 km per jam.
Sebagai pembanding, Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung punya rekor kecepatan tertinggi mencapai 354 km per jam. Sementara rekor tercepat saat ini dipegang Shanghai Maglev Train (SMT), jalur kereta levitasi magnetik (maglev) di Shanghai, China, yang menggunakan teknologi Transrapid Jerman. Rekor kecepatan tertingginya mencapai 501 km per jam.
Baca juga : Mendarat Di Casablanca, Nge-teh Mint Di Pusat Kota
Nama Al Boraq diberikan oleh Raja Maroko, Mohammed VI, yang diambil dari nama sejenis kuda, yang dalam keyakinan Islam, dipercaya membawa Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, dalam perjalanan malam hari, bagian peristiwa Isra Mi’raj.
Tepat waktu. Pukul 10:10, para penumpang sudah ramai keluar Al Boraq. Begitu keluar stasiun kereta cepat di Tanger, kami naik mobil menuju ke Tanger-Med, selama sekitar 45 menit.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya