BREAKING NEWS
 

Menjelajahi Keindahan Negeri Singa Atlas (10)

Al-Qarawiyyin, Dari Masjid Jadi Kampus Tertua Dunia

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Rabu, 7 Agustus 2024 07:07 WIB
Gerbang Universitas Al-Qarawiyyin, Fes, Maroko, [Foto: Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka & RM.id]

 Sebelumnya 
Tokoh lainnya adalah Rabbi Moshe ben Maimon atau Moses Maimonides. Beberapa kitab Yahudi menyebutnya dengan nama Maimoni. Tapi sebagian besar menyebutnya dengan akronim Yahudi dari gelar dan namanya, yaitu — Rabi Moshe ben Maimon — atau disingkat menjadi RaMBaM atau Rambam.

Musa Maimun dikenal sebagai seorang teolog Yahudi (rabbi), dokter, dan filsuf di Al-Andalus, Spanyol masa kini dan Mesir yang lahir, hidup dan berkembang dalam rahim abad keemasan kebudayaan Islam pada Abad Pertengahan.

Baca juga : Kota Merah Marrakesh, Jamaa al-Fna & UNESCO

Tepat pukul 13:00, kami diajak berkeliling Universitas Al-Qarawiyyin. Dari depan, kampus ini terlihat mirip benteng. Gerbangnya besar sekali. Juga dikelilingi dinding tembok yang sangat tinggi. Asli, mirip benteng.

Tapi, kampus ini juga sudah berbaur dengan pasar dan pemukiman warga. Untuk ke perpustakaannya, kami harus melewati jalur panjang gang kecil. Mirip Gang Senggol mungkin, istilah kita di Indonesia. Saking kecilnya. Mungkin karena juga saking lamanya kawasan ini, saya pikir.

Proses perbaikan naskah klasik. [Foto: Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka & RM.id]

Baca juga : Kota Kembar Jakarta Bernama Casablanca

Di perpustakaan, kami diperlihatkan beberapa manuskrip tua yang asli. Salah satunya, Al-Muwatta, karya Imam Malik. Kami diperkenankan memfotonya. Tapi diminta tanpa flash.

Dengan amat hati-hati, Al-Muwatta dikeluarkan dari sebuah kotak. Diletakkan di atas bantal berbalut kain beludru. Si petugas yang sudah mengenakan sarung tangan, membolak-balikkan lembar demi lembar halamannya. “Ini ditulis di kulit kijang,” katanya, menunjukkan aksara Arab “gundul” itu.

Baca juga : Masjid Hassan II Casablanca Di Tepi Atlantik

Gaya tulisan Arabnya khat Kufi, bentuk kaligrafi tertua dari berbagai aksara Arab yang ada. Aksara ini terdiri dari bentuk yang dimodifikasikan dari aksara Nabataea lama. Khat Kufi dikembangkan pada akhir abad ke-7 di Kufah, Irak, yang menjadi asal namanya, dan pusat lainnya.

Nabataea, maksudnya bangsa Nabath, bangsa Arab kuno yang mendiami Jazirah Arab utara dan Syam selatan, meliputi wilayah Lebanon, Suriah, Yordania, Israel, dan Palestina. Kadang, Siprus, Semenanjung Sinai Mesir, dan Irak juga dinilai masuk wilayah Syam tempo dulu. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense