BREAKING NEWS
 

Tanpa Staf, Terima Tamu Di Gedung Putih

Trump Pesan Makanan Cepat Saji Khas Amerika

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 16 Januari 2019 14:52 WIB
Donald Trump (kiri) mengawasi persiapan jamuan makan malam dengan tim football dengan sajian makanan cepat saji. (Foto : Reuters/ Pool Photo).

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah masa penutupan pemerintahan (shutdown) pekan keempat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima tim football nasional, Clemson Tigers di Gedung Putih pada Senin petang waktu setempat.

Meja di Ruang Oval dipenuhi kotak pizza, kentang goreng dan hamburger dari McDonald’s, Wendy’s dan Burger King. Semuanya dibayar Trump. “Kau tahulah. Gara-gara shutdown.

Baca juga : Bocah Guatemala Tewas Dalam Penahanan Amerika

Kita jadinya pesan makanan cepat saji khas Amerika saja. Saya yang bayar semua,” ujar Trump. Clemson Tigers memenangkan gelar juara nasional kedua mereka dalam tiga musim pada 7 Januari lalu, merayakan keberhasilan mereka di ruang makan Gedung Putih.

Adsense

Namun karena masih berlanjutnya shutdown, tidak ada staf yang dapat menyiapkan jamuan untuk tim tersebut. Trump menyebut makan malam tersebut, “makanan Amerika yang lezat”.

Baca juga : 4 Maskapai Siap Terbang Di APT Pranoto Samarinda

“Jika ini makanan asalnya dari Amerika, maka saya menyukainya. Ini semua adalah makanan Amerika. Pizza hangat, 300 hamburger, dan sangat banyak kentang goreng. Semua makanan favorit kita,” ujar Trump.

Gedung Putih saat ini beroperasi dengan jumlah staf yang semakin menipis seiring shutdown yang masih terus berlanjut. Termasuk staf yang biasa melayani acara perjamuan, antara cuti atau sedang dirumahkan.

Baca juga : Sibuk Promosi Kebudayaan Nusantara Di Ferien Messe

Shutdown pemerintah AS yang telah memasuki pekan keempat sejak diumumkan Trump pada 22 Desember 2018. Gara-gara tidak disetujuinya permintaan anggaran untuk proyek Tembok Perbatasan dengan Meksiko sebesar 5,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 80 triliun.

Shutdown pemerintah kali ini terlama dalam sejarah AS. Melampaui masa penutupan layanan selama 21 hari yang terjadi pada pemerintahan Presiden Bill Clinton, pada 1995-1996.[AsiaOne/DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense