BREAKING NEWS
 

Bos Telegram Pavel Durov Ditangkap Di Bandara Le Bourget Paris

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 25 Agustus 2024 09:41 WIB
Chief Executive Telegram Pavel Durov (Foto: AFP via TASS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Chief Executive Telegram Pavel Durov ditangkap polisi Prancis di Bandara Le Bourget, wilayah utara Paris, tak lama setelah pesawat jet pribadinya mendarat di bandara tersebut, Sabtu (24/8/2024).

Saat diamankan, Durov tengah bersama seorang wanita dan seorang pengawal.

Baca juga : Dijemput Pebisnis Di Bandara Soetta

Stasiun TV Prancis, TF1 melaporkan, Durov ditangkap berdasarkan surat perintah atas pelanggaran terkait aplikasi messaging-nya.

Adsense

Sementara Kantor Berita Rusia TASS mengatakanpenegak hukum meyakini keterlibatan Durov dalam perdagangan narkoba ilegal, kejahatan terhadap anak-anak, dan penipuan karena moderasi Telegram yang tidak memadai.

Baca juga : Perpusnas Terus Lakukan Repatriasi Naskah Kuno yang Ada di Luar Negeri

Telegram sangat populer di Rusia, Ukraina dan negara-negara bekas Uni Soviet. Aplikasi ini sempat dilarang di Rusia pada tahun 2018, setelah Durov menolak menyerahkan data pengguna. Namun, larangan itu dibatalkan pada tahun 2021.

Telegram menduduki peringkat sebagai salah satu platform media sosial utama setelah Facebook, YouTube, WhatsApp, Instagram, TikTok dan Wechat.

Baca juga : Pertamina Pamerkan Desa Energi Berdikari Di Acara Kemendes PDTT

Durov mendirikan Telegram pada tahun 2013. Setahun kemudian, dia meninggalkan Rusia pada tahun 2014 karena menolak mematuhi tuntutan pemerintah untuk menutup komunitas oposisi di platform media sosial VKontakte, yang telah dijualnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense