RM.id Rakyat Merdeka - Persaingan antara Amerika Serikat dan China tidak ada habisnya. Kali ini, Beijing dinobatkan sebagai negara dengan kekuatan diplomatik terbesar di dunia, mendepak Washington ke urutan kedua. Hasil ini merupakan penelitian riset lembaga thunk tank Australia Lowy Institute, Rabu (27/11).
China tercatat punya 276 pos diplomatik secara global. Sementara AS terpaut tipis dengan 273 pos diplomatik. Angka ini, menurut hasil laporan Lowy Institute, merupakan indikasi nyata dari ambisi internasional Beijing yang semakin meningkat.
Menurut laporan bertajuk Global Diplomacy Index, kedua negara memiliki jumlah kedutaan yang sama. Namun, Beijing mendirikan lebih banyak konsulat di seluruh dunia dibanding Washington.
Baca juga : Kesehatan Gigi Anak Tunjang Prestasi
"Secara garis besar, konsulat memfasilitas kerja sama ekonomi antar negara, sementara kedutaan membina hubungan politik," kata ketua peneliti Bonnie Bley dikutip CNN. "Hasil menunjukkan bahwa jaringan konsulat luar negeri China dapat mendukung ambisi ekonomi Beijing," sambungnya.
Ambisi membangun jaringan kuat secara global merupakan bagian dari prinsip pemerintahan Presiden Xi Jinping. Xi, sejak memimpin pada 2012 berambisi menjadikan Beijing pusat hubungan internasional. Salah satu ambisi Xi adalah Belt and Road Initiative, yang menawarkan dana infrastruktur yang besar kepada negara-negara mitra untuk menciptakan proyek baru dan koridor perdagangan bagi China.
Sementara China memperluas jangkauan internasional, AS justru mundur. Sejak berkuasa pada 2017, Presiden Donald Trump telah berupaya memangkas anggaran besar-besaran ke Kementerian Luar Negeri AS. Sejumlah pos diplomatik utama dibiarkan kosong, memicu peringatan bahwa pemerintahan Trump berisiko merusak keselamatan dan moral diplomat.
Baca juga : Tekuk Thiem, Si Debutan Tsitsipas Juara ATP Finals 2019
"Membangun infrastruktur diplomatik yang kuat adalah langkah praktis utama untuk memperkuat pengaruh diplomatik sebuah negara. Dalam kasus China, kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa mereka telah berinvestasi dalam infrastruktur diplomatiknya, yang berfungsi sebagai metrik yang menunjukkan tentang ambisi internasionalnya," jelas Bley.
Setelah China dan AS, Prancis adalah kekuatan diplomatik berikutnya yang paling terhubung. Negara yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron itu memiliki 265 kedutaan dan konsulat di seluruh dunia. Ada pun Jepang berada di posisi keempat dan Rusia bertengger di peringkat kelima.
Bley menuturkan meski China telah menggeser AS sebagai negara pemilik pos diplomatik terbanyak, Tiongkok sendiri masih tertinggal jauh soal banyaknya kedutaan yang berdiri di tanahnya. Pada 2019, AS menjadi rumah bagi 342 kedutaan dan konsulat dari 61 negara, sementara hanya ada 256 pos diplomatik asing di China.
Baca juga : Melihat Kedekatan Soekarno-Ho Chi Minh dalam Pameran Foto
"Kuantitas penting, tapi kualitas keterlibatan diplomatik China akan menentukan dorongan nyata bagi reputasi internasionalnya," ujar Bley. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.