RM.id Rakyat Merdeka - 3-6 September ini, Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus akan berkunjung ke Jakarta. Paus dijdwalkan akan bertemu Presiden Joko Widodo, para pemimpin gereja Katolik dan umat Katolik Tanah Air.
Wartawan Rakyat Merdeka Bambang Trismawan diberi kesempatan untuk meliput seluruh kegiatan Paus, sejak keberangkatan dari Vatikan, Italia, menuju Indonesia. Termasuk negara-negara di Asia Pasifik lainnya: Timor Leste, Papua Nugini, hingga Singapura.
Tiga hari jelang keberangkatan, Vatikan mulai merilis gambaran rinci mengenai perjalanan Paus ke Asia-Pasifik. Mulai dari lokasi yang akan dikunjungi, acara yang akan digelar, serta tema yang akan disampaikan Paus selama kunjungannya. Di Jakarta misalnya, salah satu agenda Paus adalah menandatangani deklarasi dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. KH. Nasaruddin Umar.
Baca juga : Wahyu Dinata: Tidak Wajib Mundur, Sesuai Undang-Undang
Keterangan mengenai gambaran perjalanan Paus ini, disampaikan oleh Direktur Kantor Pers Vatikan, Matteo Bruni, di ruang konferensi pers, Jumat (30/8/2024) pukul 1 siang.
Gedung konferensi pers ini, terletak di Via della Conciliazione, jalan ikonik di Vatikan. Jalan ini menghubungkan Castel Sant’Angelo dengan Lapangan Santo Petrus. Panjangnya sekitar 500 meter. Trotoarnya lebar-lebar. Jika berdiri di jalan ini, kita bisa melihat Basilika Santo Petrus.
Di sepanjang kiri dan kanan jalan ini, berdiri bangunan-bangunan bersejarah yang mempesona. Beberapa di antaranya berfungsi sebagai kantor Vatikan. Lainnya, menjadi kantor kedutaan negara sahabat. Seperti Argentina dan Filipina. Ada juga bangunan yang telah disulap menjadi toko suvenir, kafe, dan restoran yang menyajikan hidangan khas Italia. Jalanan ini selalu ramai. Sejak pagi, peziarah, turis, dan warga lokal sudah hilir mudik ke Basilika Santo Petrus.
Baca juga : Haykal: Lebih Baik Mundur Dari Jabatan Seskab
Nah, gedung konferensi pers ini, berada di salah satu gedung tersebut. Tak jauh dari Basilika Santo Petrus. Namun, karena pintu masuknya terletak di bagian samping, membuatnya agak tersembunyi. Jika tidak jeli memperhatikan papan nama dan nomor, maka mudah saja melewatkan pintu masuk ruang konferensi pers ini.
Secara umum, ruang konferensi pers ini, mirip dengan ruang konferensi pers yang ada di kantor-kantor kementerian di Jakarta. Hanya saja, ukurannya lebih luas. Tata letak dan fasilitasnya pun mirip. Di beberapa sudut tersedia komputer dan fasilitas wifi gratis.
Dalam konferensi pers tersebut, Direktur Kantor Pers Vatikan, Matteo Bruni, menyampaikan pemaparannya dalam bahasa Italia. Penjelasan tersebut berlangsung cukup lama. Sekitar satu jam. Setelah acara selesai, beberapa wartawan mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan.
Baca juga : Kecepatan Internet Sudah Naik 10 X Lipat
Di akhir sesi, Wong Pei Ting, wartawan dari The Straits Times, koran asal Singapura, mengangkat tangannya tinggi-tinggi sambil tersenyum.
“Sebenarnya saya tidak memahami sepatah kata pun dari pemaparan tadi. Saya tidak bisa bahasa Italia,” ujarnya, dalam bahasa Inggris.
Menanggapi itu, Bruni nyengir. Beberapa wartawan Indonesia ikutan tersenyum. Mungkin karena mengalami hal yang sama. Bruni menyampaikan, sebenarnya ia ingin saja menjelaskan dalam bahasa Inggris. Namun, secara protokoler ia harus menyampaikan dalam bahasa resmi Vatikan, yaitu Italia. Ting pun memaklumi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.