BREAKING NEWS
 

Harris Kembali Unggul Di Survei Terbaru

Kalau Kalah, Trump Ogah Nyapres Lagi

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 24 September 2024 06:20 WIB
Donald Trump dan Kamala Harris. Foto: CNN

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemeriahan pesta demokrasi di Amerika Serikat (AS) mulai terasa dengan berlangsungnya pemilihan awal atau early voting di sejumlah negara bagian mulai 20 September.

Belum ketahuan siapa yang unggul dalam pemilihan awal: apakah calon presiden (capres) Partai Demokrat Kamala Har­ris atau capres Partai Republik Donald Trump. Namun, dua jajak pendapat menjelang pemili­han dini menunjukkan Harris unggul dari Trump.

Survei yang dilakukan NBC News pada 13-17 September memperlihatkan Harris unggul 49 persen meninggalkan Trump dengan 44 persen dukungan.

Baca juga : Diminta Bayar Iuran, Tahanan Jual Mobil

Sementara di survei CBS/Ipsos pada periode 18-20 Sep­tember, Harris memimpin 52 persen, Trump mengekor dengan perolehan 48 persen.

Survei ini dilakukan setelah upaya pembunuhan kedua pada Trump di lapangan golf Florida pada 15 September lalu. Pasca serangan tersebut, popularitas Harris dalam survei NBC naik 16 persen dari 32 persen pada Juli menjadi 48 persen. Survei ini dilakukan kepada pemilih terdaftar AS.

Adsense

Stasiun televisi ini menyatakan, kenaikan popularitas itu adalah yang tertinggi dalam jajak pendapat yang mereka laku­kan sejak popularitas Presiden George W Bush naik setelah se­rangan 11 September 2001 di AS.

Baca juga : Neyia Kameron, Di Layar Terekam Dicium Jefri Nichol

Melihat tren jajak pendapat yang terus menunjukkan ke­menangan untuk Harris, Trump pun mengeluarkan pernyataan.

Presiden ke-45 AS itu berjanji tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilu presiden berikut­nya jika kalah dari Harris dalam Pilpres 5 November nanti.

“Saya tidak akan nyapres lagi. Mudah-mudahan, kami akan berhasil di pemilu ini,” ujar Trump saat mengisi acara “Full Measure” milik Sharyl Attkisson.

Baca juga : Ekonomi Rakyat Meningkat, Pendapatan Daerah Melonjak

Selama ini, Trump terus me­nolak kekalahannya dari Presiden Demokrat Joe Biden pada Pemilu 2020 dengan alasan adanya kecurangan.

Dia juga menghadapi tuntutan pidana federal dan negara bagian atas upaya membatalkan hasil pemilu. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 24 September 2024 dengan judul "Harris Kembali Unggul Di Survei Terbaru, Kalau Kalah, Trump Ogah Nyapres Lagi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense