Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wawancara Khusus Dengan Oki Muraza, Senior VP Research, Technology and Innovation PT Pertamina
Pengembangan Biofuel Hidupkan Sentra Ekonomi Rakyat
Senin, 23 September 2024 08:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina sedang aktif mengembangkan biofuel atau bahan bakar hijau. Salah satu yang terbaru, sudah diuji coba adalah bioetanol dari tanaman sorgum. Bensin jenis ini diisikan pada kendaraan roda empat di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, Juli lalu. Dan hasilnya, peningkatan performa dengan pembakaran sempurna, dan emisi yang jauh lebih rendah dari bensin pada umumnya.
Menarik mengetahui riset apa saja yang sedang dikembangkan Pertamina untuk bahan bakar ramah lingkungan.
SVP Research, Technology, and Innovation Pertamina Oki Muraza saat wawancara dengan tim Rakyat Merdeka: Direktur Utama Kiki Iswara Darmayana, Direktur Pemberitaan Ratna Susilowati, Redaktur Ekonomi dan Bisnis Fazry, dan Pemimpin dan Penanggung Jawab RM.id Firsty Hestyarini (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)
Karena itu, Tim Rakyat Merdeka mewawancarai Senior Vice President Research Technology and Innovation Pertamina, Oki Muraza, pada Jumat (20/9/2024) di kantornya, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Berikut ini kutipannya.
Mengapa Pertamina mengembangkan biofuel?
Baca juga : Resmi Ditetapkan Sebagai Cagub DKI, Pramono Dan RK Bakal Debat 3 Kali
Ada data dari Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappenas), juga data BPS (Badan Pusat Statistik) mengenai jumlah pengangguran Indonesia, yang dikategorikan sebagai not in employment, not in education dan not in training. Selain itu, juga ada laporan lainnya mengenai kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB (Produk Domestik Bruto), yang angkanya turun.
Pertamina memiliki semangat ingin membangun sentra-sentra ekonomi di Indonesia, sehingga bisa ikut berkontribusi menambal porsi manufaktur terhadap PDB. Dan membantu Gen Z mendapatkan pekerjaan. Dari situlah, kita menyimpulkan, bahwa kapasitas produksi di Indonesia harus ditambah.
Nah, yang paling efektif, kita menambah kapasitas produksi segala sesuatu yang saat ini masih bergantung impor. Salah satunya BBM. Dan pengembangan biofuel adalah salah satu solusi juga untuk memperkuat ketahanan energi.
Jadi mengapa Pertamina mengembangkan biofuel. Jawabannya, pertama penting untuk ketahanan energi, apalagi di saat kondisi geopolitik dunia sangat dinamis. Dan kedua, untuk menciptakan sentra-sentra ekonomi.
Misalnya, jika nanti kita punya pabrik biofuel, seperti bahan bakar dari minyak jelantah, renewable diesel dan bioetanol, maka ratusan orang akan mendapat pekerjaan di sekitar pabrik. Dan ada multiplier effect.
Fuel membutuhkan alat angkut, lalu ada sopir yang bekerja. Maka lahir warung-warung makan di sekitar pabrik, dan seterusnya. Jadi, Pertamina mengembangkan biofuel dengan semangat membangun sentra-sentra ekonomi baru untuk masyarakat.
Baca juga : Lucius Karus: Kementerian Mirip Tak Perlu Komisi Baru
Bagaimana menyiapkan wilayah percontohan untuk mengembangkan biofuel ini?
India membutuhkan sekitar 8 tahun untuk menaikkan porsi penggunaan bioetanol dari 0 menjadi 20 persen. Dan, dampaknya siginifikan bagi perkembangan ekonomi di sana. Dalam 8 tahun, ratusan pabrik dengan cepat terbangun sehingga menumbuhkan sentra ekonomi baru.
Jika ini bisa diwujudkan di Indonesia, maka pengembangan biofuel selain untuk ketahanan energi nasional, juga membantu negara mewujudkan target net zero emission, sesuai Paris Agreement.
Biofuel jenis apa saja yang paling berpotensi dikembangkan di Indonesia?
BBM kita ada tiga stream. Yaitu stream diesel, stream gasoline dan stream transportasi udara. Pertamina bekerja di tiga stream ini. Dan yang paling sukses dalam pengembangannya adalah diesel.
Kita sudah bisa menghasilkan B35 (bahan bakar biodiesel dengan campuran nabati 35 persen sawit, sisanya solar). Bahkan, saat ini ada arahan lagi untuk mengembangkan ke B40, dan seterusnya. Jadi, sudah ada success story di sini. Jumlah penggunanya juga naik terus setiap tahun.
Baca juga : Firman Soebagyo: Mesti Ubah Anggaran Jika Nomenklatur Baru
Selain biodiesel, apalagi yang dikembangkan?
Kita juga mengembangkan renewable diesel. Beda dengan biodiesel yang masih mengandung oksigen. Di renewable diesel, oksigennya sudah dibuang. Sehingga, stabilitas oksidasinya stabil.
Selain renewable diesel, Pertamina juga mengembangkan bioetanol. Success story-nya di Brazil dan India. Mereka berhasil mengurangi ketergantungan impor, dan menciptakan sentra ekonomi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya