RM.id Rakyat Merdeka - Iran sangat geram alias terpukul dengan serangan Israel ke Lebanon yang menewaskan pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah. Negara berjulukan Negeri Para Mullah itu menyerukan para pendukungnya melakukan aksi balas dendam.
Iran dikabarkan telah mengevakuasi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ke lokasi aman dengan melakukan pengamanan yang lebih ketat.
Informasi tersebut disampaikan sumber-sumber kepada Reuters. Langkah itu dilakukan satu hari setelah serangan Israel di Beirut, Lebanon, membunuh Nasrallah.
Tindakan melindungi pembuat keputusan utama Iran tersebut mencerminkan kekhawatiran Teheran. Apalagi Israel terus menyerang untuk menghancurkan Hizbullah, sekutu Iran yang paling kuat dan berpengaruh di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Khamenei meminta Korps Garda Revolusi, pasukan elite Iran, tak lagi menggunakan semua jenis perangkat komunikasi setelah ribuan alat komunikasi pager dan walkie-talkie yang digunakan Hizbullah meledak.
Baca juga : Tanah, Mobil Hingga Tekstil Laku Terjual Rp 46,9 Miliar
Nasrallah telah lama menjadi sosok kunci kelompok perlawanan yang didukung Teheran, yang berperan dalam memperluas pengaruh Negeri Mullah di seluruh kawasan Timur Tengah.Tewasnya Nasrallah dianggap sebagai pukulan telak bagi Hizbullah yang tengah menghadapi serangan intensif Israel.
Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas batas sejak dimulainya serangan Israel ke Jalur Gaza, 7 Oktober 2023 yang telah menewaskan hampir 41.600 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak. Serangan udara besar-besaran Israel, 23 September lalu di Lebanon, telah menewaskan sekitar 650 orang dan membuat sekitar 90 ribu orang lainnya mengungsi.
Bersamaan dengan Nasrallah, Komandan senior Garda Revolusi Iran Brigadir Jenderal Abbas Nilforoushan wafat dalam serangan udara Israel di Beirut pada Jumat (27/9/2024). Kabar ini disiarkan kantor berita negara Iran, IRNA pada Sabtu (28/9/2024).
Hizbullah telan mengonfirmasi pada Sabtu (28/9/2024) bahwa pemimpin mereka, Nasrallah telah meninggal dunia dalam serangan Israel. Meski demikian, Hizbullah memastikan bahwa mereka akan melanjutkan pertempuran melawan Israel untuk mendukung Gaza dan Palestina, serta membela Lebanon dan rakyatnya.
Sementara, Israel bergembira atas kabar tewasnya Nasrallah. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyebut ini sebagai capaian besar.
Baca juga : Tengku Dewi, Suami Diciduk Kasus Narkoba
PM Lebanon Najib Mikati mendesak Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk bertindak. Pasalnya, Israel telah melanggar kedaulatan negara yang berjulukan Parisnya Timur Tegah.
“Israel telah mengirimkan pesawat tempur dan pesawat tak berawak mereka ke langit kami,” ujar Mikati dikutip Al Jazeera, Sabtu (28/9/2024).
Hamas mengutuk keras atas pembunuhan Nasrallah oleh serangan udara Israel. Mereka menegaskan bahwa kematian Nasrallah tidak akan menghancurkan solidaritas hamas terhadap Hizbullah.
Faksi Fatah Palestina juga menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Nasrallah. Dan berjanji akan terus mendukung Hizbullah.
“Kami menekankan hubungan historis antara rakyat Lebanon dan dukungan mereka terhadap Palestina,” bunyi pernyataan Fatah.
Baca juga : Jokowi-Prabowo Berlayar Ke Dermaga Yang Sama
PM Irak Mohammed Shia al-Sudani juga mengutuk dan menganggap serangan Israel sebagai tindakan pengecut.
“Zionis telah melewati batas merah,” ujar Al-Sudani. Dia pun mengabarkan Irak akan memberlakukan masa berkabung tiga hari.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan hal senada. Menurut Pezeshkian, insiden ini tidak akan mempengaruhi tekad dan solidaritas perlawanan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.