BREAKING NEWS
 

Israel Puas Pemimpin Hizbullah Tewas

Geram, Iran Kobarkan Ajakan Balas Dendam

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 30 September 2024 06:20 WIB
Lokasi serangan udara Israel yang menewaskan pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah di pinggiran kota Beirut, Lebanon, 29 September 2024. Foto: REUTERS/AHMAD AL-KERDI

RM.id  Rakyat Merdeka - Iran sangat geram alias terpukul dengan serangan Israel ke Lebanon yang menewaskan pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah. Negara berjulukan Negeri Para Mullah itu menyerukan para pendukungnya melakukan aksi balas dendam.

Iran dikabarkan telah mengevakuasi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ke lokasi aman dengan melakukan pengamanan yang lebih ketat.

Informasi tersebut disampai­kan sumber-sumber kepada Re­uters. Langkah itu dilakukan satu hari setelah serangan Israel di Beirut, Lebanon, membunuh Nasrallah.

Tindakan melindungi pembuat keputusan utama Iran tersebut mencerminkan kekhawatiran Teheran. Apalagi Israel terus menyerang untuk menghancur­kan Hizbullah, sekutu Iran yang paling kuat dan berpengaruh di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Khamenei me­minta Korps Garda Revolusi, pa­sukan elite Iran, tak lagi meng­gunakan semua jenis perangkat komunikasi setelah ribuan alat komunikasi pager dan walkie-talkie yang digunakan Hizbullah meledak.

Baca juga : Tanah, Mobil Hingga Tekstil Laku Terjual Rp 46,9 Miliar

Nasrallah telah lama menjadi sosok kunci kelompok perlawanan yang didukung Teheran, yang berperan dalam memperluas pengaruh Negeri Mullah di seluruh kawasan Timur Tengah.Tewasnya Nasrallah dianggap sebagai pukulan telak bagi Hizbullah yang tengah menghadapi serangan intensif Israel.

Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas batas sejak dimulainya serangan Israel ke Jalur Gaza, 7 Oktober 2023 yang telah menewaskan hampir 41.600 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak. Serangan udara besar-besaran Israel, 23 September lalu di Lebanon, telah menewaskan sekitar 650 orang dan membuat sekitar 90 ribu orang lainnya mengungsi.

Bersamaan dengan Nasral­lah, Komandan senior Garda Revolusi Iran Brigadir Jenderal Abbas Nilforoushan wafat dalam serangan udara Israel di Bei­rut pada Jumat (27/9/2024). Kabar ini disiarkan kantor berita negara Iran, IRNA pada Sabtu (28/9/2024).

Hizbullah telan mengonfirma­si pada Sabtu (28/9/2024) bahwa pemimpin mereka, Nasrallah telah meninggal dunia dalam se­rangan Israel. Meski demikian, Hizbullah memastikan bahwa mereka akan melanjutkan per­tempuran melawan Israel untuk mendukung Gaza dan Palestina, serta membela Lebanon dan rakyatnya.

Sementara, Israel bergembira atas kabar tewasnya Nasrallah. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyebut ini sebagai capaian besar.

Baca juga : Tengku Dewi, Suami Diciduk Kasus Narkoba

PM Lebanon Najib Mikati mendesak Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk bertindak. Pasalnya, Israel telah melanggar kedaulatan negara yang berjulu­kan Parisnya Timur Tegah.

“Israel telah mengirimkan pesawat tempur dan pesawat tak berawak mereka ke langit kami,” ujar Mikati dikutip Al Jazeera, Sabtu (28/9/2024).

Hamas mengutuk keras atas pembunuhan Nasrallah oleh serangan udara Israel. Mereka menegaskan bahwa kematian Nasrallah tidak akan menghan­curkan solidaritas hamas terha­dap Hizbullah.

Faksi Fatah Palestina juga menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Nasrallah. Dan berjanji akan terus mendukung Hizbullah.

“Kami menekankan hubungan historis antara rakyat Lebanon dan dukungan mereka terhadap Palestina,” bunyi pernyataan Fatah.

Baca juga : Jokowi-Prabowo Berlayar Ke Dermaga Yang Sama

PM Irak Mohammed Shia al-Sudani juga mengutuk dan menganggap serangan Israel sebagai tindakan pengecut.

“Zionis telah melewati batas merah,” ujar Al-Sudani. Dia pun mengabarkan Irak akan mem­berlakukan masa berkabung tiga hari.

Adsense

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyam­paikan hal senada. Menurut Pezeshkian, insiden ini tidak akan mempengaruhi tekad dan solidaritas perlawanan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense