Sebelumnya
“Pembunuhan Nasrallah hanya akan semakin memperkuat perlawanan,” ujarnya.
Sementara di Iran, Khamenei mengumumkan lima hari berkabung atas tewasnya Nasrallah. Ia meminta kepada seluruh umat Muslim untuk bangkit melawan Israel dan membalaskan dendam mereka atas kematian Nasrallah.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengutuk serangan Israel ini. Menurutnya, apa yang dilakukan Israel adalah bagian dari genosida, pendudukan dan invasi.
Erdogan menyampaikan belasungkawa dan berjanji akan terus mendukung perjuangan rakyat Lebanon.
“Turki berdiri bersama rakyat Lebanon dan pemerintahnya. Kami menyampaikan belasungkawa bagi mereka yang tewas dalam serangan Israel. Dunia Muslim harus menunjukkan sikap yang lebih tegas,” cuitnya di akun X miliknya, Sabtu (28/9/2024).
Baca juga : Tanah, Mobil Hingga Tekstil Laku Terjual Rp 46,9 Miliar
Dari Eropa, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menilai, pembunuhan Nasrallah dan juga serangan ke wilayah sipil di Lebanon telah merusak stabilitas di kawasan.
“Semua serangan militer ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan upaya melindungi keamanan nasional Israel,” ujar Baerbock kepada Stasiun TV ARD, dikutip Reuters, Sabtu (28/9/2024).
Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menekankan kembali posisi negaranya. Inggris menghendaki gencatan senjata sesegera mungkin.
“Solusi diplomatik adalah jalan terbaik mengembalikan kedamaian di kawasan. Pertumpahan darah ini harus diakhiri segera,” cuit Lammy di akun X pribadinya.
Tidak berbeda, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mendesak Israel menarik pasukannya dari Lebanon.
Baca juga : Tengku Dewi, Suami Diciduk Kasus Narkoba
“Prancis tidak mendukung semua serangan militer Israel di Lebanon. Ini harus dihentikan,” ujar Barrot dikutip Reuters, Minggu (29/9/2024).
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan sangat prihatin atas kejadian ini. Guterres mendesak Israel untuk menghentikan eksalasi yang terus menargetkan Lebanon.
Guterres menekankan pentingnya mencegah Lebanon terjerumus ke dalam konflik seperti yang terjadi di Gaza.
Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait situasi Timur Tengah, Guterres memperingatkan bahwa perang habis-habisan di Lebanon harus dihindari dengan segala cara.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, Jumat (27/9/2024) juga mengeluarkan peringatan suram mengenai kemungkinan Lebanon menjadi Gaza kedua.
Baca juga : Jokowi-Prabowo Berlayar Ke Dermaga Yang Sama
“Mungkin Lebanon Selatan juga menjadi Gaza yang lain, akan menjadi medan perang konfrontasi antara Israel dan Iran,” kata Borrell dalam pidatonya di Sidang Umum PBB ke-79 di New York. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 30 September 2024 dengan judul "Israel Puas Pemimpin Hizbullah Tewas, Geram, Iran Kobarkan Ajakan Balas Dendam"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.