BREAKING NEWS
 

Israel Puas Pemimpin Hizbullah Tewas

Geram, Iran Kobarkan Ajakan Balas Dendam

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 30 September 2024 06:20 WIB
Lokasi serangan udara Israel yang menewaskan pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah di pinggiran kota Beirut, Lebanon, 29 September 2024. Foto: REUTERS/AHMAD AL-KERDI

 Sebelumnya 
“Pembunuhan Nasrallah hanya akan semakin memperkuat perlawanan,” ujarnya.

Sementara di Iran, Khamenei mengumumkan lima hari berka­bung atas tewasnya Nasrallah. Ia meminta kepada seluruh umat Muslim untuk bangkit melawan Israel dan membalaskan dendam mereka atas kematian Nasrallah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengutuk serangan Israel ini. Menurutnya, apa yang dilakukan Israel adalah ba­gian dari genosida, pendudukan dan invasi.

Erdogan menyampaikan be­lasungkawa dan berjanji akan terus mendukung perjuangan rakyat Lebanon.

“Turki berdiri bersama rakyat Lebanon dan pemerintahnya. Kami menyampaikan belasung­kawa bagi mereka yang tewas dalam serangan Israel. Dunia Muslim harus menunjukkan sikap yang lebih tegas,” cuit­nya di akun X miliknya, Sabtu (28/9/2024).

Baca juga : Tanah, Mobil Hingga Tekstil Laku Terjual Rp 46,9 Miliar

Dari Eropa, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baer­bock menilai, pembunuhan Nasrallah dan juga serangan ke wilayah sipil di Lebanon telah merusak stabilitas di kawasan.

“Semua serangan militer ini sama sekali tidak ada hubungan­nya dengan upaya melindungi keamanan nasional Israel,” ujar Baerbock kepada Stasiun TV ARD, dikutip Reuters, Sabtu (28/9/2024).

Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menekankan kembali posisi negaranya. Ing­gris menghendaki gencatan senjata sesegera mungkin.

“Solusi diplomatik adalah jalan terbaik mengembalikan ke­damaian di kawasan. Pertumpa­han darah ini harus diakhiri segera,” cuit Lammy di akun X pribadinya.

Tidak berbeda, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mendesak Israel menarik pasukannya dari Lebanon.

Baca juga : Tengku Dewi, Suami Diciduk Kasus Narkoba

“Prancis tidak mendukung semua serangan militer Israel di Lebanon. Ini harus dihentikan,” ujar Barrot dikutip Reuters, Minggu (29/9/2024).

Sementara itu, Sekretaris Jen­deral PBB Antonio Guterres mengatakan sangat prihatin atas kejadian ini. Guterres mende­sak Israel untuk menghentikan eksalasi yang terus menargetkan Lebanon.

Guterres menekankan pentingnya mencegah Lebanon terjerumus ke dalam konflik seperti yang terjadi di Gaza.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait situasi Timur Tengah, Guterres memperingatkan bahwa perang habis-habisan di Lebanon harus dihindari dengan segala cara.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, Jumat (27/9/2024) juga mengeluarkan peringatan suram mengenai kemungkinan Lebanon menjadi Gaza kedua.

Baca juga : Jokowi-Prabowo Berlayar Ke Dermaga Yang Sama

“Mungkin Lebanon Selatan juga menjadi Gaza yang lain, akan menjadi medan perang konfrontasi antara Israel dan Iran,” kata Borrell dalam pidato­nya di Sidang Umum PBB ke-79 di New York. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 30 September 2024 dengan judul "Israel Puas Pemimpin Hizbullah Tewas, Geram, Iran Kobarkan Ajakan Balas Dendam"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense