RM.id Rakyat Merdeka - Iran menyatakan serangannya ke Israel, berupa lebih dari 200 rudal sudah cukup sebagai balasan atas kematian pemimpin Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah dan pemimpin Hamas Palestina Ismail Haniyeh. Kecuali ada provokasi lebih lanjut.
Sementara Israel dan Amerika Serikat tidak akan tinggal diam dan akan membalas aksi Negara Mullah itu. Meskipun sejumlah negara makin khawatir perang makin meluas.
"Tindakan kami telah selesai kecuali jika rezim Israel memutuskan melakukan pembalasan lebih lanjut. Respons kami akan lebih kuat dan lebih kuat," ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dalam sebuah posting di X pada hari Rabu.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebutkan serangan itu merupakan pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah oleh Israel pekan lalu dan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, 31 Juli 2024.
Baca juga : Kopdar Cinta Di Jember Dengan Kaesang, Emak-emak Srikandi Teriak Histeris
Militer Israel menyebut, Iran meluncurkan sekitar 181 rudal, Selasa (1/10/2024) malam. Warga Israel bergegas mencari tempat perlindungan bom saat sirene serangan udara berbunyi dan cahaya oranye dari rudal melesat di langit malam.
Sejumlah rudal sukses ditangkis, tetapi beberapa lolos dan menghantam Israel. Sejauh ini, satu korban jiwa dilaporkan tewas terkena pecahan rudal, yaitu warga Palestina di Tepi Barat.
Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Israel melancarkan serangan darat terbatas di Lebanon selatan, dekat perbatasan Israel. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk membalas Teheran.
"Iran melakukan kesalahan besar malam ini - dan mereka akan membayarnya," katanya pada awal pertemuan darurat kabinet, Selasa, dilansir Reuters.
Baca juga : Herman Khaeron Dilantik Jadi Anggota DPR ke-4 Kali, Janji Bersuara Lebih Nyaring
Sementara Washington mengatakan akan bekerja sama dengan sekutu lamanya, Israel, untuk memastikan Iran mendapat konsekuensi berat atas serangannya tersebut. Presiden AS Joe Biden menyatakan dukungan penuh AS untuk Israel, dan menggambarkan serangan Iran "tidak efektif."
Wakil Presiden Kamala Harris, calon presiden dari Partai Demokrat, mendukung sikap Biden dan mengatakan bahwa AS tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingannya terhadap Iran.
"Kami akan bertindak. Iran akan segera merasakan konsekuensi dari tindakan mereka. Responsnya akan menyakitkan," kata Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon kepada para wartawan.
Dunia mendesak semua pihak menggunakan kepala dingin menanggapi konflik ini. Di tengah meningkatnya serangan Israel ke Lebanon dalam dua minggu terakhir, termasuk dimulainya operasi darat di sana pada Senin. Sementara konflik di Jalur Gaza belum usai. Telah memasuki usia satu tahun.
Baca juga : Stop Kunker Jelang Pelantikan, Presiden Terpilih Jaga Stamina
Data statistik Pemerintah Lebanon menunjukkan, hampir 1.900 orang tewas dan lebih dari 9.000 lainnya terluka di Lebanon dalam hampir satu tahun pertempuran lintas batas. Termasuk korban dalam dua pekan terakhir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.