Sebelumnya
“Kami sampaikan apa adanya, saat ini masih ada kesempatan. Kita harus evakuasi sekarang, sebelum situasi semakin memburuk,” harapnya.
Selain itu, Judha juga mengimbau kepada seluruh WNI untuk menunda perjalanan ke Lebanon, Suriah, Iran, Palestina, dan Israel, karena kondisi keamanan yang tidak kondusif. Menurutnya, kondisi kawasan yang tidak kondusif juga dapat menyebabkan penangguhan penerbangan.
“Waspadai disrupsi penerbangan, untuk menghindari pelaku perjalanan terdampar di beberapa titik hubungan penerbangan internasional,” tandasnya.
Baca juga : Pimpinan DPR Bakal Kaji Ulang
Terpisah, Anggota DPR dari Fraksi PKS, Sukamta meminta komunitas internasional menekan Israel, untuk menghentikan serangan ke wilayah Lebanon. Sebab, dia menilai, Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), gagal menjalankan mandat untuk menciptakan perdamaian.
“Serangan ke wilayah Lebanon merupakan tindakan biadab, dan jelas-jelas melanggar hukum internasional. Ketika Dewan Keamanan PBB gagal menjalankan mandat, seluruh negara dan bangsa di dunia harus memberikan tekanan,” tegasnya.
Pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman menilai, serangan masif Israel ke Lebanon, bertujuan untuk mengalihkan perhatian dunia dari kondisi Gaza. Selain itu, hal tersebut juga bertujuan menghentikan serangan-serangan di wilayah Israel yang berbatasan dengan Lebanon.
Baca juga : Pemilihan RT, RW Dan LMK Di DKI Rawan Dipolitisasi
“Bagi Israel, Hizbullah merupakan salah satu musuh utama yang menghalangi niat mereka melanjutkan genosida di Gaza dan menguasai Palestina secara keseluruhan. Namun, Hizbullah justru membuat ratusan ribu warga Israel mengungsi, dan menegaskan tidak akan membiarkan Israel Utara kembali diisi oleh para pemukim Israel,” tutur Dina.
Memanasnya situasi perang di Lebanon, juga menjadi perbincangan netizen di media sosial X. Akun @4gizz meminta seluruh WNI di Lebanon mengikuti ajakan Kemenlu untuk segera kembali ke Tanah Air, sebelum situasi perang semakin memanas.
“Sudah pulang saja dulu. Lanjutin kuliah atau cari pasangan di Tanah Air saja. Kita semua prihatin melihat situasi di Lebanon,” cuitnya. “Israel akan terus menjalankan misi penguasan dan penindasan hingga tercapai. Mereka sangat pede karena di back up negara-negara barat. Kalau nggak, sudah habis mereka,” timpal akun @waraisnotggaem.
Baca juga : Timnas Indonesia Tiba Di Bahrain, Tim Garuda Siap Tempur
Sementara itu, akun @Sansssgreeen mengaitkan situasi perang di Timur Tengah dengan pemerintahan Prabowo Subianto. “Kalau perang semakin memanas dan meluas, Pemerintah selanjutnya bakal nampung para pengungsi korban perang nggak ya?” tulisnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 7 Oktober 2024 dengan judul Perang Hizbullah-Israel Makin Membara, 40 WNI Pulang Dari Lebanon
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.