BREAKING NEWS
 

Tolak Evakuasi Paksa Israel

Warga Palestina: Mending Mati Daripada Ngungsi

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 10 Oktober 2024 17:49 WIB
Aksi bela Palestina digelar dalam peringatan satu tahun genosida di Palestina di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Ahad (6/10/2024). [Foto: NG Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RM.id]

 Sebelumnya 
Hal yang sama disampaikan Mureed Ahmad (26 tahun). "Kami menolak meninggalkan rumah kami sejak hari pertama perang. Kami tidak akan pergi," katanya kepada Anadolu.

Pemuda Palestina ini yakin, tentara Israel menggunakan "tekanan militer" untuk memaksa penduduk Jabalia mengungsi ke selatan. "Kebijakan ini terbukti gagal. Penduduk Palestina menolak meninggalkan rumah mereka meskipun tentara Israel terus mengepung," ujarnya.

Otoritas Palestina memperkirakan ada sekitar 700.000 orang yang masih tinggal di Gaza utara.

Baca juga : Demo Stop Perang Di Gaza Dan Lebanon Guncang Dunia

Tentara Israel telah berulang kali mengeluarkan perintah bagi warga Palestina untuk mengungsi dari wilayah mereka sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Jalur Gaza utara telah berada di bawah pengepungan ketat Israel yang membuat seluruh penduduk wilayah tersebut berada di ambang kelaparan.

As'ad Al-Nadi, seorang warga Jabalia, mengatakan, dia mencoba melarikan diri dari wilayah tersebut bersama keluarganya menuju "zona aman" di Gaza City bagian barat. "Namun, kami diserang secara langsung. Anak laki-laki saya yang berusia 16 tahun terluka," kenangnya.

Baca juga : Indonesia Desak Pengakuan Palestina, Menlu Retno: Tak Ada Alasan Menunggu

Al-Nadi harus memapah putranya di bahunya untuk dibawa ambulans ke Rumah Sakit Al-Ahli Baptist untuk mendapatkan perawatan medis.

Meski dia masih khawatir akan keluarganya, Al-Nadi mengatakan, dia tidak akan meninggalkan rumahnya di Jabalia dan pindah ke selatan.

"Saya mungkin akan pindah di Gaza utara, tapi saya tidak akan pernah pindah ke selatan. Semua orang yang melarikan diri ke Gaza selatan sejak perang pecah belum dapat kembali ke Gaza utara sampai hari ini," tegasnya.

Baca juga : Jelang Satu Tahun Agresi Israel Ke Palestina, YKMI: Genosida Belum Berakhir 

Israel terus melakukan serangan brutal di Jalur Gaza menyusul serangan oleh kelompok Palestina Hamas tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.

Serangan Israel telah mengakibatkan hampir seluruh penduduk Jalur Gaza terlantar di tengah blokade yang sedang berlangsung, yang menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang parah.

Di saat yang sama, Israel sebenanya menghadapi tuduhan telah melakukan genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense