Sebelumnya
Rojas menampik operasi militer hasil kerja sama dengan AS ini adalah respons atas aksi China mengepung Taiwan di awal pekan ini.
Pada upacara pembukaan Selasa (15/10/2024), Rojas menegaskan bahwa operasi Kamandag digelar bukan karena semata-mata eskalasi yang dilakukan China.
Rojas mengaku, Operasi Kamandag telah direncanakan sejak lama bersama AS dan tak ada kaitannya dengan langkah provokatif China.
Baca juga : Emas, Rumah Hingga Vila Dirampas Untuk Negara
“Operasi tidak ada hubungannya dengan eskalasi apa pun yang terjadi di kawasan ini,” tegas Rojas seperti yang dikutip dari ChannelNewsAsia.
Direktur Latihan Filipina Brigadir Jenderal Vicente Blanco juga menegaskan bahwa tujuan utama dari Operasi Kamandag ini sebagai langkah pertahanan diri.
“Operasi ini adalah doktrin pertahanan pantai. Doktrin ini menyatakan kita harus siap menghadapi pihak agresor yang berpotensi bisa melakukan serangan ke wilayah kita,” ungkap Blanco kepada wartawan.
Baca juga : Bahagia Tanpa Suami
Blanco juga menegaskan, operasi militer AS ini tak ada kaitannya dengan eskalasi antara China dan Taiwan awal pekan ini.
“Kami tidak berlatih untuk ikut berperang (di Taiwan),” tambahnya.
Sentimen serupa dinyatakan Perwakilan Marinir AS, Kolonel Stuart Glenn. Menurutnya, latihan ini untuk membantu AS dan sekutunya merespons krisis atau keadaan darurat dari pihak mana pun. DAY
Baca juga : Kabinet Bertambah, Komisi Di DPR Bertambah
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 16 Oktober 2024 dengan judul "Buntut Beijing Kepung Wilayah Laut Taiwan, Gertak China, AS Dan Filipina Latihan Perang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.