Dark/Light Mode

Kabinet Bertambah, Komisi Di DPR Bertambah

Selasa, 15 Oktober 2024 08:32 WIB
Ketua DPR Puan Maharani (tengah). (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Ketua DPR Puan Maharani (tengah). (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - DPR ikut menyesuaikan diri dengan susunan kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dengan bertambahnya jumlahnya kementerian di kabinet Prabowo-Gibran, DPR pun menambah jumlah komisi dari 11 menjadi 13.

Keputusan penambahan komisi ini diambil dalam Rapat Konsultasi antara Pimpinan DPR dan Fraksi-fraksi, di Senayan Senin (14/10/2024). “Kami menyepakati bersama 8 fraksi, bahwa ada penambahan 2 komisi di DPR," ujar Ketua DPR Puan Maharani, usai rapat tersebut.

Ketua DPP PDIP ini menerangkan, tujuan penambahan komisi semata-mata untuk mencapai keselarasan dan sinergi antara legislatif dan eksekutif terkait rencana pemerintah ke depan. DPR juga telah menyepakati nama-nama yang akan memimpin di tiap-tiap komisi. Namun, nama-nama tersebut belum diumumkan.

Secara teknis, kata Puan, sebagian mitra kerja Komisi I hingga XI DPR masih sama seperti periode sebelumnya. Sedangkan dua komisi tambahan akan menyesuaikan dengan nomenklatur kementerian yang dibentuk Prabowo-Gibran.

Baca juga : Dipanggil Ke Kertanegara, 49 Tokoh Siap Membantu Prabowo

"Komisi XII dan XIII nanti akan menyesuaikan seperti apa kementerian yang akan diumumkan Pemerintah yang akan datang," ujar putri bungsu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut.

Selain itu, kata Puan, ada satu penambahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), bernama Badan Aspirasi Masyarakat. Tugas AKD baru ini adalah menampung aspirasi masyarakat.

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menambahkan, penambahan komisi di DPR untuk menyesuaikan jumlah kementerian Prabowo-Gibran yang dikabarkan akan mencapai 46. Kata Saan, jika jumlah komisi tidak bertambah, bakal terjadi penumpukan mitra kerja. Hal tersebut dikhawatirkan membuat fungsi DPR terhadap Pemerintah tidak akan maksimal.

"Oleh karena itu, ada penambahan. Nah nanti bagaimana, kementerian apa di setiap komisinya, itu lihat nomenklatur resmi dari Pak Prabowo," terang politisi Partai NasDem ini.

Baca juga : Terima Pimpinan MPR, Gibran Standby Di Menteng

Sementara, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Muhammad Sarmuji menerangkan, DPR telah menyepakati jumlah anggota yang akan duduk di masing-masing komisi. "Jumlah anggotanya 44 sama 45 per komisi. Jadi, totalnya 580 orang terdistribusi begitu," urai Sekjen Partai Golkar ini.

Sedangkan Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengungkapkan, pihaknya bakal memimpin dua komisi dan dua badan di DPR. Kata Said, hal itu sudah disepakati dalam Rapat Pimpinan dan Rapat Konsultasi.

Komisi yang akan dipimpin PDIP adalah I dan V. Sedangkan badan yang akan dipimpin adalah Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN).

Kata Said, jumlah AKD yang diketuai anggota Fraksi PDIP sama seperti periode sebelumnya. Pembagian jatah pimpinan AKD sudah mendapat persetujuan dari fraksi lainnya.

Baca juga : NasDem Agak Laen..

“Di DPR itu harus guyub. Tidak boleh menang-menangan, tidak boleh ego. Kan harus dihitung semua kepentingan seluruh partai politik di DPR,” ujar Said.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.