Dark/Light Mode

Resmikan Lima Persemaian

Menteri Siti Genjot Sektor Pembibitan Hutan & Lahan

Selasa, 15 Oktober 2024 07:30 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya (tengah) meresmikan Persemaian Liang Anggang di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) Senin (14/10/2024).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya (tengah) meresmikan Persemaian Liang Anggang di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) Senin (14/10/2024).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya meresmikan Persemaian Liang Anggang di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) Senin (14/10/2024).

Selain meresmikan Perse­maian Liang Anggang di Ban­jarbaru, Siti juga meresmikan empat persemaian serupa se­cara virtual, yakni persemaian di Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Likupang (Sulawesi Utara), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) dan Toba (Su­matera Utara).

Acara peresmian Persemaian Liang Anggang di Banjarbaru turut dihadiri Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi Thohir, Duta Besar Norwegia untuk Indone­sia Rut Krüger Giverin, Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar. Peresmian ditan­dai dengan penanaman perdana bibit tanaman.

Siti mengatakan, pembangunan persemaian berskala besar di Indonesia tidak lepas dari latar belakang Presiden Jokowi yang seorang rimbawan (forester) dan juga seorang pemimpin bisnis dalam dunia usaha perhutanan.

Dengan latar belakang terse­but, lahirlah beberapa kebijakan yang sangat positif, di antaranya pusat persemaian.

Persemaian ini dibangun dengan pola public private part­nership Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Baca juga : 69 Legislator NasDem Siap Pasang Badan...

“Jadi, kita punya paradigma baru dari pembelajaran dan kombinasi antara kerja-kerja pembibitan pola swasta dan kerja-kerja gaya Pemerintah atau birokrasi,” ungkapnya.

Politisi Partai NasDem ini menjelaskan, pembangunan Persemaian Skala Besar meru­pakan paradigma baru, yaitu kombinasi kerja antara pola pembibitan banyak jenis bibit yang biasa dilakukan Pemerintah melalui Persemaian Permanen dengan pembibitan skala sangat besar, puluhan hingga juta bibit dengan pola monokultur yang biasa diterapkan oleh Perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Menurut Siti, Pemerintah be­lajar dari perusahaan-perusahaan besar HTI tentang ini. Dengan begitu, Pemerintah mendapatkan pola yang baru skala besar dan dari berbagai jenis tanaman.

Siti mengungkapkan, biaya pembangunan pusat persemaian Liang Anggang kurang lebih sama dengan pembangunan Persemaian Mentawir di IKN, yang menelan dana Rp 330 miliar, tapi lebih dari Rp 200 miliar untuk pembangunan jalan raya.

“Jadi, dana pembangunan persemaiannya kurang lebih sama,” tuturnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Reha­bilitasi Hutan KLHK Dyah Mur­tiningsih mengatakan, Perse­maian Liang Anggang dibangun dengan skema kolaborasi atau kerja sama antara Pemerintah dan sektor privat atau swasta, yaitu KLHK, Kementerian Pe­kerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PT Adaro Energy Indo­nesia Tbk, serta didukung oleh dana kontribusi Norwegia tahap pertama.

Baca juga : 500 Desa Di Jateng Gelar Deklarasi Anti Politik Uang

Dana pembangunan pusat persemaian Liang Anggang secara rinci meliputi dana PT Adaro sebesar Rp 120 miliar untuk sarana utama dan sarana pendukung, Kementerian PUPR sebesar Rp 19,2 miliar untuk sarana penyediaan air baku, KLHK sebesar Rp 11 miliar untuk sarana operasional dan pembibitan, serta dana kontribusi Norwegia sebesar Rp 3,8 miliar.

“Dengan demikian, total dana pembangunan persemaian ini sekitar Rp 154 miliar,” ungkapnya.

Menurutnya, Persemaian Liang Anggang berada di atas lahan seluas 14 hektar (ha), yang terdiri dari 6,6 ha areal di­gunakan sebagai pusat produksi bibit dengan kapasitas 10 juta batang per tahun dan 7,4 ha lain disiapkan untuk arboretum tanaman rawa.

Kolaborasi juga dilakukan dengan Dinas Kehutanan Kali­mantan Selatan untuk perenca­naan dan distribusi bibit. Bibit dari Persemaian Liang Anggang.

“Diharapkan dapat membantu kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan,” ucapnya.

Sementara, Garibaldi Thohir menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya KLHK, yang terus mengimbau dan mengajak Adaro berkontribusi untuk Indonesia dalam bentuk membangun pusat persemaian.

Baca juga : Waspadai Penurunan Daya Beli Masyarakat

Adaro selama ini menjalankan operasi penambangan batubara di Kalsel dan Kalimantan Tengah.

“Ini kewajiban dari Grup Adaro karena sebagai perusa­haan tambang sudah sewajarnya kami memberikan kontribusi balik kepada bumi Kalimantan,” katanya.

Boy Thohir-sapaan akrab Garibaldi Thohir, mengaku sangat bangga mendapat kesempatan menjalankan amanah dari KLHK untuk membangun dan mengelola pusat persemaian Liang Anggang.

Dengan begitu, Adaro dapat ikut berkontribusi pada penanganan lahan kritis di berbagai wilayah, serta turut membantu Indonesia dalam upaya penanganan perubahan iklim global.

Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk membangun fasilitas persemaian skala besar di setiap provinsi.

“Tentunya untuk mendukung pemulihan ekosistem melalui rehabilitasi hutan dan lahan, termasuk reklamasi area lahan bekas tambang,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.