RM.id Rakyat Merdeka - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana ikut menyoroti ketegangan terbaru antara Israel dan Iran. Menurut Hikmahanto, apakah ketegangan ini akan bereskalasi menjadi perang terbuka antara kedua negara bergantung pada respons Iran terhadap serangan Israel baru-baru ini.
"Jika Iran segera melakukan serangan balasan dalam beberapa hari atau minggu ke depan, maka akan sangat mungkin memicu perang terbuka antar negara, bukan lagi sekadar konflik antara negara dengan kelompok," kata Hikmahanto dalam pernyataan kepada Rakyat Merdeka/RM.ID, Sabtu (20/10/2024).
Baca juga : Israel Serang Iran, Amerika Pastikan Nggak Ikut-Ikutan
Jika perang terbuka terjadi, lanjut Hikmahanto, konflik Iran-Israel bisa memicu keterlibatan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris yang akan berada di pihak Israel. Sementara Iran sangat mungkin didukung Rusia.
Hikmahanto mengajukan tiga langkah strategis untuk masyarakat internasional untuk meredam eskalasi lebih lanjut. Pertama, mengoptimalkan peran PBB. Meski mungkin tidak efektif secara langsung, PBB perlu menunjukkan sikap tegas.
Baca juga : Gus Dari Tebuireng, Irfan Yusuf Hasyim Jabat Kepala Badan Penyelenggara Haji
"Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB disarankan untuk menggelar rapat darurat guna merumuskan resolusi demi meredakan ketegangan," cetusnya.
Kedua, upaya diplomasi dari Amerika Serikat. Menurut Hikmahanto, Amerika Serikat harus intensif melobi kedua belah pihak, khususnya agar Iran menahan diri dari melakukan serangan balasan terhadap Israel.
Baca juga : BNPT Raih Penghargaan, Kabar Baik Bagi Kolaborasi Penanggulangan Terorisme
Ketiga, keterlibatan negara ketiga, seperti Indonesia. Hikmahanto menilai, Indonesia berpotensi memainkan peran sebagai mediator. Karena itu, ia menyarankan agar Indonesia mendesak Amerika Serikat menekan Israel agar tidak memperluas serangannya terhadap Iran, Hamas, atau Hezbollah. "Sebagai imbalannya, Indonesia bisa mencoba menahan Iran dari upaya balasan terhadap Israel," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.