BREAKING NEWS
 

Festival Indonesia By The Beach Rame Pengunjung

Sate & Es Cendol Laris Manis Di Bondi Beach Autralia

Reporter & Editor :
KARTIKA SARI
Minggu, 27 Oktober 2024 19:28 WIB
Konsul Jenderal (Konjen) RI di Sydney Vedi Kurnia Buana, membuka Festival bertema “Indonesia By The Beach” di Bondi Beach, Australia, Minggu (27/10/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Cuaca di kota Sydney, New South Wales, Australia, Minggu (27/10/2024), sangat cerah. Langit sangat biru dan matahari bersinar terang. Namun suhu udara tetap sejuk dan adem, sekitar 19-20 derajat celcius. Saat ini di Australia sedang musim semi (spring).

Di akhir pekan yang cerah, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney, menggelar acara Festival bertema “Indonesia By The Beach” di Bondi Beach, salah satu pantai paling terkenal di Negeri Kanguru. Konsul Jenderal (Konjen) RI di Sydney Vedi Kurnia Buana, membuka acara festival dengan memukul gong dari atas panggung. 

Menurut Vedi, festival ini adalah event yang digelar KJRI Sydney untuk kedua kalinya. Tahun lalu, KJRI Sydney menggelar Festival Indonesia untuk pertama kalinya di Circular Quay. Tempat itu dipilih karena sangat strategis, terletak di sekitar Sydney Harbour Bridges, Opera House dan dekat dengan Botanical Garden, yang banyak didatangi turis mancanegara.

Baca juga : RI Makin Dekat Jadi Pusat Industri Halal

“Untuk tahun ini, kami memilih Bondi Beach agar suasananya berbeda dan lebih fun,” ujar Vedi dalam obrolan santai dengan wartawan Rakyat Merdeka/RM.id Kartika Sari di sela-sela Fastival Indonesia di Bondi Beach. Kebetulan, saat event Festival Indonesia digelar, Rakyat Merdeka sedang berada di Sydney.

Menurut Vedi, Festival ini digelar untuk semakin memperkenalkan budaya dan kuliner Indonesia di Australia. Serta promosi di bidang kerja sama dan ekonomi antara Indonesia dan Australia. Apalagi jumlah warga Indonesia yang tinggal atau studi di Australia, cukup besar.

Penari tradisional dari Papua Barat ikut memeriahkan Festival bertema “Indonesia By The Beach” di Bondi Beach  (Foto: Kartika Sari/RM).
Adsense

Untuk memeriahkan acara, KJRI Sydney juga mengundang Abang & Nona Jakarta 2024, penari tradisional dari Papua Barat, Tarian Betawi, pencak silat dan aneka hiburan lainnya seperti band yang membawakan sejumlah lagu Indonesia. Tak ketinggalan dua warga keturunan Aborigin, suku asli Australia, ikut memeriahkan acara Festival. Keduanya melakukan ritual tradisional sambil menari mengelilingi para pengunjung. 

Baca juga : Literasi Digital Indonesia Baru 62 Persen, Masih Di Bawah Rata-rata ASEAN

Event ini digelar outdoor, dengan suasana santai. Beberapa pengunjung yang sebagian besar masyarakat Indonesia, banyak yang duduk lesehan sembari menyaksikan aneka hiburan yang ditampilkan dari atas panggung. Mereka tampak gembira, dan bersuka ria.

Tak jauh dari panggung, berjejer stand yang menjual aneka makanan, minuman dan jajanan khas Indonesia. Ada Nasi Padang, Sate, Ayam Penyet, Soto Lamongan, Nasi Campur, Ayam Bakar, Nasi Goreng, Pempek, Pisang Goreng, Es Cendol, dan jajanan pasar. 

Tampak para pengunjung festival dan mereka yang lagi jalan-jalan di sekitar Bondi Beach, ikut antre membeli makanan khas Indonesia. Yang ikut antre nggak cuma warga Indonesia lho, tapi juga banyak turis asing dan warga lokal Australia. Stand yang menjual sate, rendang, nasi campur dan es cendol, paling rame didatangi pembeli. Antrean mengular panjang.

Para pengunjung festival dan mereka yang lagi jalan-jalan di sekitar Bondi Beach, ikut antre membeli makanan khas Indonesia. (Foto: Kartika Sari/RM)

Baca juga : Prudential Indonesia Berikan Penawaran Khusus, Pada Hari Pelanggan Nasional

Mau tahu berapa harga aneka makanan Indonesia yang dijual di area Festival Indonesia? Harga tiga tusuk sate ayam dibanderol 13 dolar Australia (sekitar Rp 136.500, dengan kurs 1 dolar Australia = Rp 10.500). Sedangkan harga pisang goreng 4 pieces kecil 19 dolar Australia (Rp 199.500), Pempek 14 dolar Australia (Rp 147.000), Nasi Goreng 19 dolar Australia (Rp 199.500), dan Nasi Padang 20 dolar Australia (Rp 210.000).

Selain stand yang menjual aneka kuliner, ada juga sejumlah stand pameran Usaha Kecil & Menengah (UMKM) yang menjual batik dan aneka pernak-pernik lainnya. Sedangkan dari BUMN, ada stand BNI dan Garuda Indonesia. KJRI juga membuka stand jasa kekonsuleran bagi WNI yang tinggal di Australia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense