BREAKING NEWS
 

Wawancara Eksklusif Dengan Director of the Office of Cooperative Threat Reduction Kementerian Luar Negeri AS, Ryan Taugher

Siapa Pun Presidennya, Kerja Sama Biosecurity Jalan Terus

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 18 November 2024 06:20 WIB
Director of the Office of Cooperative Threat Reduction Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Ryan Taugher melakukan wawancara dengan tim Rakyat Merdeka di Jakarta, Kamis (15/11/24). Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir, di berbagai bidang. Salah satunya, kerja sama di sektor Biosecurity Engagement Program (BEP) yang berkelanjutan dari 2007 antara kedua negara.

BEP adalah tindakan, prose­dur yang dimaksudkan untuk benar-benar melindungi bahan biologis yang berbahaya dari akses yang tidak sah, dari ke­hilangan, pencurian, atau potensi penyalahgunaan.

Untuk kerja sama ini, Direc­tor of the Office of Cooperative Threat Reduction (CTR) Ke­menterian Luar Negeri AS Ryan Taugher berkunjung ke Jakarta, akhir pekan lalu.

Meski ini adalah kunjungan perdananya, tapi kantornya telah bekerja sama dengan Indonesia dalam 17 tahun terakhir. Dan selama ini, BEP telah mengin­vestasikan 30 juta AS (sekitar Rp 465 miliar) untuk komunitas kesehatan masyarakat Indonesia.

Di hari terakhir kunjungan­nya ke Jakarta, Taugher diwawancara secara eksklusif oleh Tim Rakyat Merdeka: Muham­mad Rusmadi, Mellani Eka Mahayana, Larasati Dyah Utami dan fotografer Khairizal Anwar di Kedutaan Besar AS Jakarta, Kamis (15/11/2024) pagi.

Pagi itu, Taugher mengena­kan kemeja biru panjang, di­padu jas dan dasi keabu-abuan bergaris-garis. Sebuah kaca­mata bening frame hitam meng­hiasi wajahnya.

Dengan gaya kerja yang sat set, Taugher segera menuju meja segi enam yang sudah tersedia di bagian depan perpustakaan My­America Jakarta. “Merupakan kehormatan bagi saya berada di Indonesia. Ini adalah pertama kalinya saya ke Indonesia, tapi kantor saya telah bekerja di In­donesia selama bertahun-tahun,” katanya membuka percakapan.

Baca juga : Tom Ajukan 4 Gugatan, Kejagung Siap Melawan

“Faktanya, salah satu alasan saya berada di sini, karena program keterlibatan Biosecurity Engagement Program kami, yang telah aktif di Indonesia selama 17 tahun terakhir,” sambungnya.

Berikut wawancara seleng­kapnya:

Bisakah anda menjelaskan lebih lanjut tentang BEP?

Departemen Luar Negeri AS memimpin program BEP di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia. Kami bekerja untuk melindungi dari penyalahgunaan bahan yang dapat membahayakan hewan, manusia, pertani­an, atau hal lainnya secara tidak sengaja atau disengaja.

Untuk pertanyaan anda, biosekuriti adalah tindakan, prosedur untuk benar-benar melindungi bahan biologis yang berbahaya dari akses yang tidak sah, dari kehilangan, dari pencurian, atau potensi penyalahgunaan.

Kerja sama apa saja yang sudah dilakukan dengan In­donesia?

BEP dimulai di Indonesia pada 2007, ketika terjadi wabah flu burung. Dan melalui BEP, kami telah melakukan pelatihan dan lokakarya, termasuk mem­bantu, pada saat itu, mendeteksi virus flu burung tersebut.

Baca juga : Richelle Skornicki, Heboh Dipacari Aliando

Sejak saat itu, BEP telah mengelontorkan dana 30 juta AS (sekitar Rp 465 miliar) untuk kesehatan masyarakat Indonesia.

Kami telah bekerja sama melalui berbagai kementerian dan pemangku kepentingan untuk melakukan beberapa pekerjaan yang sangat penting bersama-sama. Kami memperkuat praktik terbaik biosekuriti melalui program sertifikasi untuk melindungi pekerja laboratorium serta ko­munitas mereka.

Kami telah melakukan program Pelatihan bagi Pelatih (Training the Trainer programs), untuk membantu memastikan laboratorium memiliki proses biosafety dan biosecurity.

Program lainnya apa saja?

Kami mempromosikan kemitraan ilmiah dan beasiswa untuk organisasi seperti Kementerian Pertanian, bagi para peneliti untuk mendapatkan gelar master dalam epidemiologi.

Kami telah memberikan hibah bagi para peneliti untuk menghadiri konferensi internasional tentang biosafety dan biosecurity, karena ini adalah tantangan global.

Kita semua harus bekerja sama. Dan kami telah mendukung pengembangan undang-undang, kebijakan, dan pedoman biosecurity untuk membantu menggabungkan standar internasional. Jadi selama 10 tahun terakhir, BEP telah mensponsori 152 pelatihan di Indonesia, dengan lebih dari 3.200 peserta.

Baca juga : Di KTT APEC, Prabowo Jadi Bintangnya

Merupakan suatu kehormatan bagi kami bekerja sama dengan begitu banyak organisasi dan kementerian yang berbeda di Indonesia, dan kami bersemangat untuk terus membangun

kerja sama ini untuk tahun-tahun mendatang.

Apakah ada tantangan dalam program ini?

Tantangan di bidang Biosecurity dan Biosafety bukan hanya di Indonesia, tetapi juga tantangan global yang kita semua hadapi dan kerjakan bersama. Memang, salah satu tujuan utama Kedutaan Besar AS di Indonesia adalah membantu memperkuat kemampuan Indonesia untuk mencegah, mendeteksi, dan menanggapi berbagai ancaman kesehatan yang muncul.

Adsense

Jadi BEP adalah salah satu alat yang digunakan kedutaan. Melalui BEP dan alat lainnya, Amerika Serikat benar-benar ingin memperkuat kemitraan tersebut di Indonesia dan seluruh dunia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense