BREAKING NEWS
 

Dubes Arab Saudi Faisal bin Abdullah Al-Amudi Bahas Investasi Dan Minta RI Kirim PMI

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 7 Desember 2024 07:30 WIB
Dubes Faisal bin Abdullah Al-Amudi bersama Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra di Gedung Kemenko Kumham Imipas, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/12/2024). (Foto: Dok. Kedubes Arab Saudi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi bertemu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imi­pas) Yusril Ihza Mahendra di Gedung Kemenko Kumham Imipas, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/12/2024).

Dubes Faisal bicara soal dukungan investasi hingga pengiriman kembali Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Indonesia merupakan salah satu negara yang punya peran dan pengaruh. Memiliki eko­nomi yang kuat di Kawasan Asia Tenggara dan aktif di G20. Namun masih ada hambatan bagi kami untuk masuk sebagai investor maupun wisatawan ke Indonesia,” kata Dubes Faisal dalam keterangan tertulis.

Dubes Faisal juga berharap, Indonesia bisa kembali mengirimkan PMI ke Arab Saudi. Pasalnya, saat ini PMI terbanyak di Arab Saudi justru dari India, Thailand dan Filipina.

Baca juga : 4 Dubes Arab Kunjungi Gorontalo Jajaki Investasi

“Akan lebih baik jika tenaga kerja yang masuk ke Arab Saudi juga berasal dari mitra negara-negara Muslim,” harapnya.

Alasannya, kata Dubes Faisal, akan memudahkan adaptasi dalam melaksanakan tugas sesuai dengan ajaran Islam.

Adsense

Menanggapi permintaan Dubes Faisal, Yusril berjanji akan men­dalami terlebih dahulu. Namun, dia menyebutkan, kebijakan Golden Visa yang diluncurkan Pemerintah Indonesia mestinya sudah memudahkan para investor masuk ke Indonesia.

“Sebetulnya sudah ada ke­bijakan Golden Visa yang di­luncurkan pada masa Presiden Jokowi dan sangat didukung Presiden Prabowo,” ucap Yusril.

Baca juga : BRI Hadirkan Kemudahan Investasi Sukuk Tabungan ST013 Lewat BRImo

Yusril juga mendorong adanya perundingan terkait permin­taan kembali mengirim PMI ke Arab Saudi.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, PMI di Arab Saudi pernah mencapai 2 juta orang, tetapi kini berkurang menjadi sekitar 100 ribu orang. Hal itu sebagai imbas morato­rium yang sudah berjalan sekitar 10 tahun.

Penghentian sementara pengiriman PMI dilakukan sejak 2015 melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indo­nesia pada Pengguna Perseorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah. Penghentian di­lakukan karena kasus kekerasan yang dialami pekerja migran.

“Sepertinya sudah saatnya kedua negara berunding un­tuk menghasilkan kesepakatan yang komprehensif. Jadi, tak hanya permasalahan hambatan di bidang investasi maupun ekonomi, tapi juga terkait tenaga kerja. Kami butuh perlindungan hukum bagi PMI yang berada di Arab Saudi,” jelasnya.

Baca juga : Pemerintah Happy AS Bakal Investasi Di Sini

Yusril mengatakan, kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan baik antara Indonesia dengan Arab Saudi harus dilan­jutkan dan dikembangkan.

“Saya sudah rangkum semua permintaan Yang Mulia dan akan kami koordinasikan secara inter­nal dan juga antarkementerian,” pungkas Yusril.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense