Dark/Light Mode

Dubes Arab Saudi Untuk RI Faisal Bin Abdullah Al Amodi Pamer Wajah Baru Negeri Petro Dolar

Kamis, 26 September 2024 07:08 WIB
Dubes Faisal Bin Abdullah Al Amodi bersama Wapres RI Ke-10 dan 12 JK (ketiga kiri), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (kedua kiri), mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (kiri), Menteri Perdagangan Zulkifli Hassan (kedua kanan), dan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf (kanan) saat potong kue di perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-94 di St. Regis Hotel, Jakarta, Selasa (24/9/2024). (Foto: Dok. KSA Embassy Jakarta)
Dubes Faisal Bin Abdullah Al Amodi bersama Wapres RI Ke-10 dan 12 JK (ketiga kiri), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (kedua kiri), mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (kiri), Menteri Perdagangan Zulkifli Hassan (kedua kanan), dan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf (kanan) saat potong kue di perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-94 di St. Regis Hotel, Jakarta, Selasa (24/9/2024). (Foto: Dok. KSA Embassy Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Impian Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) membentuk negara canggih dan futuristik mulai terwujud. Arab Saudi yang se­belumnya identik dengan negara tujuan haji dan umrah, kini mulai bersolek dan makin canggih.

Wajah baru Negeri Petro Do­lar ini dipamerkan di malam perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-94 di St. Regis Hotel, Jakarta, Selasa (24/9/2024).

Beberapa pembangunan yang dipamerkan di antaranya King Salman Energy Park, Sindalah- Red Sea Resort dan NEOM.

King Salman Energy Park merupakan area khusus yang dibangun di kawasan Timur Saudi untuk dijadikan hub industri dan energi. Sementara Sindalah Resort adalah sebuah resort hi­buran berstandar internasional di Provinsi Tabuk. Wisatawan mancanegara bisa menikmati liburan sambil bermain golf dan berbelanja di pusat perbe­lanjaan elite.

NEOM merupakan kota cang­gih impian MBS yang memung­kinkan penghuninya untuk hidup tanpa emisi karbon.

“Ini adalah wajah Arab Saudi yang baru dan siap menjadi pusat ekonomi dunia yang baru,” ujar Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Bin Abdullah Al Amodi.

Baca juga : Dubes Uni Emirat Arab Untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri Paparkan Capaian UEA Di Bidang AI & Teknologi

Ia memutarkan video promosi kota modern Saudi kepada para tamu yang hadir dalam acara resepsi. Meski demikian, dite­gaskannya, Saudi terus akan meningkatkan pelayanannya untuk para jamaah haji dan umrah.

Dubes Faisal mengatakan, sejak didirikan mendiang Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud, Saudi telah menyambut jutaan Muslimin dari seluruh penjuru dunia. Jemaah asal In­donesia merupakan pengunjung terbanyak ke negaranya.

“Sepanjang 2023, kami telah menerima sekitar dua juta pengunjung dari Indonesia. Angka tersebut termasuk lebih dari 240 ribu jemaah haji asal Indonesia,” papar Dubes Faisal.

Terkait hubungan kedua neg­ara, Dubes Faisal mengatakan, sekitar 77 tahun yang lalu, hubungan Arab Saudi dan Indonesia ditandai perkembangan dan per­tumbuhan di berbagai bidang. Menurutnya, terdapat banyak bukti menonjol tentang dalamnya hubungan ini, kematangan dan pencapaian kedua negara.

Mengenai impian Saudi 2030, Dubes Faisal menyebut ada tiga pilar pendukungnya. Ketiga pi­lar itu adalah masyarakat yang penuh semangat, ekonomi yang maju dan bangsa yang ambisius dalam menggapai mimpinya.

Kerajaan Arab Saudi saat ini sedang mengeksekusi sejumlah proyek ekonomi besar utama dan berbagai inisiatif interna­sional. Seperti inisiatif untuk mendirikan organisasi khusus untuk air, Saudi Green dan Middle East Green.

Baca juga : Dubes Australia Untuk Indonesia Penny Williams Hangout Bareng Alumni Kampus Australia

Riyadh juga akan menye­lenggarakan acara-acara inter­nasional, sosial, budaya, dan olahraga yang erat kaitannya dengan posisi ekonominya yang terdepan secara global. Seperti Expo 2030, menjadi tuan rumah World Cup 2034, dan sejumlah forum-forum internasional.

Mewakili Pemerintah Indone­sia, Menteri Perdagangan Zulki­fli Hasan mengatakan, Indonesia bangga dengan hubungan yang kuat dengan Arab Saudi.

“Di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Arab Saudi terus meningkatkan kualitas hidup. Untuk itu kita perlu melakukan negosiasi kembali kesepakatan investasi yang ada saat ini,” ujar Zulhas.

Menurutnya, Indonesia akan selalu berterima kasih dengan hubungan yang terjalin selama dengan Arab Saudi.

Arab Saudi menjadi salah satu mitra perdagangan terpenting Indonesia di Timur Tengah. Perdagangan bilateral, menurut Zulhas, perdagangan bilateral meningkat 10,8 persen dalam lima tahun terakhir.

“Meskipun ada ruang untuk optimalisasi volume perdagangan, kedua negara perlu terus bekerja sama untuk memaksimal­kan potensi yang menguntungkan kedua negara,” pesan Mendag yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Baca juga : Dubes RI Untuk Yordania Ade Padmo Sarwono Terima Kunjungan Baznas Terkait Bantuan Palestina

Negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Dewan Kerjasama Teluk (GCC) meru­pakan langkah penting untuk me­ningkatkan perdagangan dan kerja sama ekonomi. Zulkifli mencatat, investasi dari Arab Saudi di Indo­nesia menunjukkan peningkatan signifikan pada 2023. Yaitu naik 310 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Usai acara potong kue, tuan rumah menyajikan musik serta tarian tradisional Arab Saudi. Untuk sajian makan malam, nasi kebuli dengan daging kambing menjadi primadona malam itu.

Turut hadir dalam acara terse­but, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.