BREAKING NEWS
 

Kembangkan Hubungan Bilateral Dengan Indonesia

Dubes Tolchenov: Kami Buka Pusat Ekspor Rusia

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 21 Desember 2024 06:20 WIB
Dubes Sergei Tolchenov (tengah) berbincang dengan Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) Wilson Lalengke (kanan) yang ikut dalam pertemuan pers rutin dikediamannya di Kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (20/12/2024).

 Sebelumnya 
Selain membahas persiapan perayaan 75 tahun hubungan bilateral, Dubes Tolchenov juga membahas dua isu internasional besar yang menyangkut Rusia.

Adsense

Pertama, draf laporan tentang keselamatan jurnalis dan isu impunitas yang disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan Dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization -UNESCO) Audrey Azoulay pada Sidang ke-34 di Paris, Prancis, pada 21-22 November 2024.

Dubes Tolchenov mengatakan, draf laporan tersebut didasarkan pada fakta yang tidak dapat diterima dan mengabaikan berbagai kasus pembunuhan yang disengaja terhadap jurnalis dan awak media Rusia oleh pihak Ukraina dan sekutunya.

“Ini contoh standar ganda yang dialami Rusia oleh negara Barat dan sekutunya. Kami mengutuk tindakan diskriminatif atas jurnalis di manapun,” tegasnya.

Dia menambahkan, kebencian negara Barat kepada Moskow sudah merugikan warga sipil, salah satunya jurnalis Rusia.

Baca juga : Bos EO Diperiksa Soal Pemalsuan Stempel

“Mereka adalah rakyat biasa yang memiliki tugas berbahaya. Jurnalis Rusia juga manusia dan butuh dilindungi,” kecamnya.

Dubes yang pernah bertugas di Vietnam ini pun berterima kasih pada Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) Wilson Lalengke yang mengirimkan surat protes kepada UNESCO.

“Seluruh kedutaan besar kami di berbagai negara sahabat juga mendapatkan dukungan dari asosiasi jurnalis di sana. Kami senang bisa mendapatkan dukungan seperti ini,” ucapnya.

Isu internasional kedua yang disinggung Dubes Tolchenov, mengenai keberadaan mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad di Rusia.

Pasca lengser pada 8 Desember 2024, berbagai media internasional melaporkan bahwa Assad kabur ke Negeri Beruang Putih.

Baca juga : Chandrika Chika, Diduga Aniaya Mahasiswi

Dubes Tolchenov membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, negaranya menerima Assad atas dasar kemanusiaan.

“Kami tahu dia dibenci rakyatnya. Tapi, Suriah dan Assad juga sahabat dekat kami. Kami hanya membantu dalam batas wajar,” ujarnya.

Dia mengatakan, situasi politik di Suriah sedang tidak stabil dan Assad tengah diburu rakyatnya untuk diadili atas kekejamannya selama memimpin.

Dubes Tolchenov mengatakan, negaranya akan mengikuti proseshukum dan tidak akan ikut campurdalam urusan dalam negeri Suriah.

Soal apakah Assad akan dikembalikan ke negara asalnya, dubes yang juga pernah ngepos di Kamboja ini menyerahkan keputusan itu pada pemerintahnya.

Baca juga : Rupiah Melemah, Semoga Kita Baik-baik Saja

“Itu bukan keputusan yang bisa saya buat. Namun, semua tindakan yang kami lakukan murni atas dasar kemanusiaan dan dalam batas wajar,” tegasnya. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 21 Desember 2024 dengan judul "Penumpang Penyeberangan Diproyeksi Naik Pelabuhan Dan Kapal ASDP Siap Layani Libur Nataru"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense