BREAKING NEWS
 

Amankan Proses Penangkapan Yoon, 2.700 Aparat Dikerahkan

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 3 Januari 2025 11:30 WIB
Pendukung Yoon Suk Yeol berkumpul di kediamam resmi Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol, di pusat Kota Seoul, 2 Januari 2025. (Chung Sung-Jun/Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 1.000 pendukung Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol berkumpul di dekat kediaman presiden, di Yongsan district, Seoul, Jumat (3/1/2025), ketika tim investigasi gabungan berusaha menahan presiden yang dimakzulkan tersebut.

Sekitar 2.700 personel polisi dikerahkan demi mencegah potensi bentrokan di kompleks yang juga merupakan kantor kepresidenan. Sebanyak 135 bus polisi juga telah dikerahkan, yang membuat tembok di jalan-jalan dan mengendalikan situasi. Lalu lintas juga telah dibatasi sebagian di Hannam-daero dekat kediaman tersebut.

Dilansir Reuters, sekitar pukul 7 pagi waktu setempat, tim investigasi gabungan yang dipimpin Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO), tiba. Namun kendaraan mereka tidak bisa memasuki kompleks, sebagian karena ada bus  yang menghalangi jalan masuk.

Beberapa pejabat CIO kemudian masuk melalui gerbang yang terbuka dengan berjalan kaki dan melewati bus tersebut. Namun mereka juga berhadapan dengan bus lain dan kendaraan lapis baja di jalan masuk, sebelum akhirnya dipindahkan.

Baca juga : Surat Perintah Penangkapan Keluar, Presiden Yoon Sek Yeol Menantang

Diberitakan Kantor Berita Korea, Yonhap, Sekitar 150 petugas telah dikirim untuk melaksanakan surat perintah penahanan Yoon. Mereka termasuk 30 pejabat CIO dan 120 penyelidik polisi. 

Saat kedatangan tim investigasi itu, sekitar 1.200 pendukung Yoon berkumpul di luar kompleks. Tabuhan genderang dan berbagai nyanyian terdengar. Massa meneriakkan di tempat kejadian, seperti "surat perintah ilegal, sama sekali tidak sah," dan "tangkap CIO."

Adsense

Begitu masuk ke dalam kompleks, CIO dan polisi yang menyertainya menghadapi barisan personel Pasukan Pengaman Presiden (Presidential Sercurity Services), serta pasukan militer yang diperbantukan untuk pengamanan presiden. Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan mengatakan, pasukan tersebut berada di bawah kendali PSS.

Kantor berita Yonhap mengutip pihak PSS yang mengatakan bahwa pihak berwenang tidak diizinkan untuk menggeledah kediaman Yoon.

Baca juga : Amankan Libur Nataru 2025, PU Prioritaskan Pengawasan di Daerah Rawan Bencana

Tim pembela hukum Yoon telah menyebut surat perintah tersebut ilegal dan tidak sah. Yun Gap Geun, salah satu kuasa hukum Yoon, mengatakan, tindakan hukum akan diambil terhadap upaya CIO tersebut.

CIO memiliki waktu hingga Senin (6/1/2024) untuk melaksanakan surat perintah penahanan Yoon dengan tuduhan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan pemberlakuan darurat militer yang hanya berlangsung singkat pada 3 Desember lalu.

Jika PSS atau para pendukung Yoon menghalangi CIO dalam melaksanakan surat perintah penahanan, polisi mengatakan akan mengkap mereka dengan tuduhan menghalangi tugas resmi.

Jika Yoon ditangkap, tim investigasi berencana untuk membawanya ke markas CIO di Gwacheon, yang terletak di selatan Seoul, untuk diperiksa. CIO memiliki waktu 48 jam untuk meminta surat perintah lain untuk penahan atau melepaskannya. 

Baca juga : Pendidikan & Pangan Didorong Gunakan AI

Para pengunjuk rasa menginap di  dekat kediaman presiden pada 2 Januari 2025. Jumlahnya terus membengkak. Mereka memprotes penangkapan Yoon. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense