RM.id Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka Mellani Eka Mahayana, diundang Pemerintah Singapura untuk mengikuti Indonesia Journalists Visit Programme (IJVP) ke-21 pada 20-26 Januari 2025. Berikut laporan perjalanannya dari Negeri Merlion.
Punya penduduk yang kian berumur panjang di kala angka kelahiran yang menurun menjadi tantangan tersendiri bagi Singapura. Tak tinggal diam, negara kecil nan modern di Asia Tenggara itu melakukan berbagai jurus menghadapi tantangan tersebut. Singapura semula menikmati yang disebut sebagai demographic dividend, yaitu pertumbuhan pesat ketika pertumbuhan penduduk melambat. Mulai dari tahun 1990-an.
Namun, kini jumlah populasi lanjut usia (lansia) di Singapura terus meningkat, seiring dengan bertambahnya usia penduduk. Pada tahun 2024, sekitar 18,4 persen dari warga negara Singapura berusia 65 tahun ke atas. Diperkirakan pada 2030, sekitar satu dari empat warga negara Negeri Singa akan berusia 65 tahun ke atas. Fenomena ini membuat Pemerintah Singapura mempersiapkan para orang tua agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan dunia kerja.
“Singapura menghadirkan program Skills Future dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakatnya, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan perubahan pasar kerja dan tetap kompetitif di dunia kerja yang terus berkembang,” kata Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing, Jumat (24/1/2025). “Kami menilai, belajar itu sepanjang hidup, di mana individu terus mengembangkan keterampilan mereka sepanjang hidup,” imbuhnya.
Chan menambahkan, umumnya sistem pendidikan di seluruh dunia dan sepanjang sejarah, fokus pada 15 tahun pertama. Namun saat ini, apa pun yang diajarkan kepada orang-orang dalam 15 tahun pertama itu mungkin tidak berguna pada 50 tahun ke depan.
Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: Program IKN Sudah Menjadi Konsensus
Menurut Menteri Chan, anak muda akan sangat mudah mempelajari teknologi. Tapi untuk pengalaman, orang dewasa tentu yang terdepan.
“Jadi, kami harus terus menyegarkan dan meningkatkan diri. Hal lainnya adalah jika kita melihat sistem pendidikan kita sendiri, baik di Singapura maupun di Indonesia, saya rasa adil untuk mengatakan bahwa generasi tua tidak memiliki banyak kesempatan seperti generasi sekarang. Karena sistem pendidikan kita, baik di Indonesia maupun di Singapura, kurang berkembang dibandingkan dengan katakanlah, 30 atau 40 tahun yang lalu,” terangnya.
Usia Pensiun Diperpanjang
Menurut Minister of State for Manpower Gan Siow Huang, mulai tahun 2026, karyawan bisa diminta pensiun saat mereka berusia 64 tahun. Ini adalah bagian dari langkah untuk secara progresif meningkatkan usia pensiun di Singapura menjadi 65 tahun pada 2030.
“Selain itu, usia kerja kembali akan dinaikkan menjadi 69 tahun pada tahun 2026. Itu berarti pemberi kerja harus menawarkan pekerjaan ulang kepada karyawan hingga mereka mencapai usia 69 tahun. Pada tahun 2030, usia kerja ulang akan ditingkatkan menjadi 70 tahun,” ungkap Menteri Gan, dilansir Channel News Asia.
Baca juga : Yanuar Arif Wibowo: Anggaran Diblokir Bukan Hanya IKN
Dia menjelaskan, warga negara Singapura dan penduduk tetap yang memiliki kinerja yang memuaskan dan secara medis layak untuk terus bekerja, berhak untuk bekerja kembali.
“Itu berarti pemberi kerja harus menawarkan pekerjaan ulang kepada karyawan hingga mereka mencapai usia 69 tahun. Pada tahun 2030, usia kerja ulang akan ditingkatkan menjadi 70 tahun,” jelas Menteri Gan.
Dalam kunjungan Rakyat Merdeka dan para jurnalis peserta IJVP ke kampus Singapore University of Social Sciences (SUSS), mereka menyediakan pendidikan untuk orang dewasa. Salah satu kampus negeri di Singapura itu membuat siswa muda dan siswa yang berusia di atas 40 tahun dapat duduk bersama dalam satu kelas. Namun sayangnya, saat kami berkunjung, tidak melihat suasana belajar antara kelompok usia muda dan yang lebih senior.
Sebagai informasi, SUSS punya skema menyediakan jalur penerimaan alternatif bagi pembelajar dewasa untuk mengejar program sarjana penuh waktu. Skema ini dirancang untuk warga negara Singapura atau penduduk tetap yang berusia setidaknya 25 tahun atau memiliki setidaknya empat tahun pengalaman kerja penuh waktu.
Menurut Public Relation SUSS, Aaron Aaron DB Nair, universitasnya memiliki program Graduate Diploma in Adult Learning. Program ini menawarkan pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis bagi para profesional di sektor pelatihan dan pendidikan dewasa. Program ini mencakup topik-topik seperti pemahaman tentang pembelajar dewasa, merancang pembelajaran dan penilaian, mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran di tempat kerja, dan banyak lagi.
Baca juga : Beringin Satu Nakhoda
Selain itu, tambahnya, ada juga Graduate Certificate in Innovative Approaches to Adult Learning. Program yang berlangsung selama 16 minggu itu, berfokus pada pemahaman praktik pembelajaran dewasa, merancang untuk pembelajaran dan penilaian dalam konteks pembelajaran dewasa. Serta mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran di tempat kerja.
“Program-program ini dirancang untuk membantu pembelajar dewasa meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Sehingga mereka lebih efektif dalam memainkan perannya dan lebih siap menghadapi pasar kerja yang terus berkembang,” terang Aaron. (Tamat)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.