Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,26 persen ke level Rp 17.990 per dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Jumat (26/6/2026), dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di level Rp 17.943 per dolar AS.
Pelemahan juga terjadi pada mayoritas mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,38 persen, baht Thailand turun 0,31 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,05 persen, yuan China melemah 0,02 persen, dolar Hong Kong turun 0,01 persen, dan yen Jepang melemah 0,006 persen.
Baca juga : Rupiah Melemah Lagi, Dibuka Di Level Rp 17.928
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,14 persen ke level 101,34.
Di sisi lain, rupiah menguat 0,08 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 23.640, stagnan terhadap euro di level Rp 19.805, dan melemah 0,10 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 12.359.
Baca juga : Dolar AS Menguat, Rupiah Keok Ke Posisi Rp 17.855
Analis Pasar Uang Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi berada dalam tekanan seiring menguatnya dolar AS. Menurut dia, sentimen tersebut dipicu oleh data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menunjukkan inflasi inti naik ke level tertinggi sejak Oktober 2023.
“Ditambah pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS,” kata Lukman, Jumat (26/6/2026).
Baca juga : Masih Tertekan, Rupiah Melemah Ke Level Rp 17.838
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya