BREAKING NEWS
 

Tunda Pembebasan Tahanan Palestina

Hamas Tuding PM Israel Sabotase Kesepakatan

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 24 Februari 2025 04:39 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem, Minggu (16/2/2025). (Foto AFP/Ohad Zwigenberg)

RM.id  Rakyat Merdeka - Israel menangguhkan pembebasan ratusan sandera Palestina dalam batch ketujuh, setelah Hamas membebaskan enam sandera Israel, Sabtu (22/2/2025). Penundaan ini berlangsung sampai adanya jaminan pembebasan sandera digelar tanpa upacara yang dinilai Israel memalukan. 

Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan pada Minggu dini hari (23/2/2025), bahwa Israel sedang menunggu untuk membebaskan 620 tahanan. Kelompok tawanan hidup terakhir yang dibebaskan di bawah fase pertama gencatan senjata.

Baca juga : Presiden Korsel Dijerat Kasus Lain

“Mengingat pelanggaran berulang yang dilakukan Hamas, termasuk upacara memalukan yang tidak menghormati sandera kami dan penggunaan sandera untuk propaganda, telah diputuskan untuk menunda pembebasan teroris yang direncanakan kemarin (Sabtu) hingga pembebasan sandera berikutnya dipastikan, tanpa upacara yang memalukan,” begitu isi pernyataan dari kantor Netanyahu.

Hamas mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata. Mereka menuduh Netanyahu melakukan permainan kotor untuk menyabotase dan merusak kesepakatan tersebut. 

Baca juga : PGN Permudah Pembayaran Tagihan Gas, Bisa Lewat Minimarket hingga Dompet Digital

Sejak tercapainya gencatan senjata di Gaza pada 19 Januari 2025, Hamas sudah melepaskan 25 sandera Israel dengan sebuah seremoni yang disaksikan warga Gaza.

Seremoni itu selalu disertai dengan para milisi berpenutup muka, yang mengarak para tahanan ke panggung. Lalu para tahanan itu akan melambaikan tangan dan memberikan sepatah dua patah kata kepada warga Gaza yang berkumpul.

Baca juga : Geber Pembangunan IKN, Pak Bas Rayu Negara Sahabat

Dalam seremoni itu pula, para sandera yang dibebaskan akan diberikan sertifikat dalam bahasa Ibrani yang berisi tentang akhir masa penahanan mereka. Lalu, para tahanan akan diserahkan ke petugas Palang Merah Internasional, yang akan menyerahkan mereka ke pihak Israel.

Hamas juga berulang kali menolak permintaan Palang Merah Internasional untuk melepaskan para sandera itu secara tertutup.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense