Dark/Light Mode

Geber Pembangunan IKN, Pak Bas Rayu Negara Sahabat

Senin, 17 Februari 2025 08:32 WIB
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono terus menggeber pembangunan IKN. Yang terbaru, pria yang akrab disapa Pak Bas tersebut merayu para negara sahabat untuk segera membangun kantor kedutaan di IKN.

Pas Bas berencana memberi lahan gratis kepada negara sahabat yang akan membangun kantor kedutaan di IKN sebelum 2028. Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini telah menyiapkan lahan seluas 62,9 hektare (ha) sebagai lokasi diplomatic compound. 

"Saya akan mengusulkan kepada Bapak Presiden sebagai langkah untuk menarik mereka lebih cepat," tutur Pak Bas, dalam keterangan tertulis, Minggu (16/2/2025).

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kehadiran kedutaan negara sahabat di IKN, seiring dengan rencana pemindahan ibu kota politik Indonesia yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Dengan target tersebut, Pak Bas menilai, seharusnya kedutaan negara sahabat sudah harus dibangun di IKN sebelum 2028.

Baca juga : Gibran Dipastikan Mendukung Total

"Kehadiran kantor-kantor kedutaan negara sahabat di IKN, selaras dengan rencana pemindahan ibu kota politik Indonesia yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2028," ucapnya.

Hingga saat ini, progres pembangunan IKN batch 1 hampir rampung, dengan telah mencapai 98,2 persen. Untuk batch 2 juga progresnya sudah sangat baik, mencapai 84,6 persen. Tinggal batch 3 yang baru mencapai 36,1 persen.

Secara rinci, bangunan kantor pemerintahan sudah beres 100 persen. Seperti Istana Negara dan Lapangan Upacara, ⁠Istana Garuda, ⁠Kantor Sekretariat Presiden (Setpres), hingga ⁠Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Lalu, sebanyak 36 unit rumah menteri juga siap digunakan. Namun, hunian para ASN dan pertahanan keamanan baru mencapai 93,1 persen. Empat kantor kementerian koordinator rata-rata tembus 96,4 persen. Kemudian landasan pacu bandara IKN sebesar 89,6 persen.

Baca juga : Trump Bikin Cemas Warga Gaza

Dengan progres sebaik itu, IKN bakal terus digeber. Selain masih dibiayai dari APBN, Otorita IKN juga menargetkan realisasi investasi hingga Rp 60,93 triliun.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Badan Otorita IKN Agung Wicaksono menyebut, investasi itu bakal masuk sepenuhnya lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Jika realisasi investasi KPBU mencapai target Rp 60,93 triliun, dana itu akan disalurkan untuk membiayai pembangunan sektor hunian baik vertikal maupun rumah tapak.

Otorita IKN juga tengah mengusahakan investasi untuk pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) dan jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) senilai Rp 40 triliun.

"Nah KPBU targetnya saat ini dari segi angka ada Rp 60 triliun untuk perumahan, dan sekitar Rp 40 triliun itu untuk MUT dan jalan,” urai Agung.

Baca juga : Sonny Pudjisasono: Partai Politik Mesti Taat Pada Hukum

Dalam waktu dekat, ada 5 perusahaan yang akan berinvestasi di IKN pada groundbreaking tahap 9. Hitungannya, kelima investasi itu senilai Rp 6,49 triliun.

Agung mengatakan, kelima perusahaan itu bergerak di bidang hunian, hotel, ritel, perkantoran, dan pendidikan. Hanya saja, groundbreaking tidak disertai seremoni. Calon investor hanya akan diminta tanda tangan komitmen dan langsung dipersilakan melakukan peletakan batu pertama untuk segera memulai konstruksi.

“Skemanya nanti tidak groundbreaking lagi. Jadi, langsung perjanjian kerja sama terus nanti langsung (pembangunan)," pungkas Agung.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.