BREAKING NEWS
 

Sempat Pakai Alat Bantu Napas, Paus Kini Sudah Bisa Sarapan Dan Baca Koran

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 1 Maret 2025 19:05 WIB
Paus Fransiskus (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paus Fransiskus dilaporkan telah menjalani aktivitas sarapan, minum kopi, dan membaca koran pada Sabtu (1/3/2025) pagi, setelah mengalami kesulitan pernapasan mendadak pada Jumat (28/2/2025) malam.

Sumber Vatikan mengatakan, Paus dapat tidur nyenyak dan tidak mengalami demam, setelah dibantu alat pernapasan. Bahkan dapat mengonsumsi makanan padat.

Namun, kondisi medis Paus sejatinya masih terhitung rumit. Prognosis atas kondisinya masih belum ditetapkan.

Baca juga : Lebih Mudah, Nasabah Bank Sinarmas Kini Bisa Setor Dan Tarik Tunai Di Kantor Pos

Episode kesulitan bernapas pada Jumat (28/2/2025) malam, bertambah rumit oleh kejadian muntah-muntah hingga terhirup Paus.

Beruntung, masalah muntah yang terhirup ini berhasil diatasi tim medis, sebelum memasang ventilasi mekanis.

Adsense

"Paus Fransiskus tidak diintubasi, dia hanya mengenakan masker. Malam berlalu dengan damai, Paus sedang beristirahat,” ungkap Kantor Pers Tahta Suci dalam pembaruan terbarunya tentang kesehatan Paus, Sabtu (1/3/2025).

Baca juga : Berkat PNM, Anak Petani Bawang Bisa Berangkat Ke Korea

"Kondisi Paus juga tetap waspada sepanjang hari kemarin," imbuh keterangan tersebut.

Kondisi Paus memang belum dianggap aman untuk saat ini. CNN International melaporkan, tim dokter berharap dapat mengetahui lebih banyak tentang kondisi Paus dalam 24-48 jam ke depan.

Paus pertama kali masuk RS Gemelli Roma dua minggu lalu, setelah menghadapi serangkaian masalah terkait paru-paru, termasuk bronkitis dan pneumonia.

Rawat inapnya saat ini adalah yang keempat, sekaligus yang terlama, sejak pria Argentina itu ditahbiskan menjadi Paus pada tahun 2013.

Baca juga : Efisiensi Anggaran, Lasarus Minta Gaji Dan Jumlah PPPK Tak Dikurangi

Paus memiliki riwayat sakit paru-paru yang cukup panjang. Saat masih muda, Paus mengalami pneumonia parah, hingga sebagian dari salah satu paru-parunya diangkat.

Vatikan telah mengumumkan, Paus tidak akan memimpin kebaktian Rabu Abu pada pekan depan, yang menandai dimulainya masa Prapaskah, untuk kedua kalinya dalam 12 tahun masa kepausannya. Sebagai gantinya, kebaktian tersebut akan dipimpin seorang kardinal.

Pada Jumat (28/2/2025) malam, saat berdoa untuk Paus, Kardinal Argentina Victor Manuel Fernández berkata: "Pastinya sangat dekat di hati Bapa Suci bahwa doa kita tidak hanya untuknya, tetapi juga untuk semua orang yang, pada saat dunia yang dramatis dan penuh penderitaan ini menanggung beban berat perang, penyakit, dan kemiskinan".

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense