Dark/Light Mode

Petani Happy Dapat Hadiah Tahun Baru

Distribusi Pupuk Subsidi Kini Lebih Cepat Dan Tepat

Rabu, 8 Januari 2025 07:05 WIB
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (tengah) saat memaparkan kemajuan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi dalam pertemuan dengan Pimpinan Redaksi di Jakarta, Senin (6/1/2025) malam. Foto: DOK. PUPUK INDONESIA
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (tengah) saat memaparkan kemajuan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi dalam pertemuan dengan Pimpinan Redaksi di Jakarta, Senin (6/1/2025) malam. Foto: DOK. PUPUK INDONESIA

RM.id  Rakyat Merdeka - Sinergi PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Kementerian Pertanian (Kementan) semakin baik. Hal itu memberi dampak positif, distribusi pupuk bersubsidi kini lebih cepat dan tepat sasaran.

Penyaluran pupuk bersubsi­di tahun ini, dilakukan tepat pada 1 Januari 2025 pukul 00.00 WIB.

Direktur Utama Pupuk Indo­nesia Rahmad Pribadi mengung­kapkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, penyaluran pu­puk subsidi melalui SK (Surat Keputusan) Bupati.

Selama ini, papar Rahmad, aturan pendistribusian pupuk subsidi, yakni setelah Kementan menetapkan jumlah petani dan volume pupuk untuk beberapa provinsi, lalu para Gubernur membuat SK untuk masing-masing Kabupaten.

Selanjutnya, Pemerintah Ka­bupaten mengeluarkan SK untuk masing-masing Kecamatan.

Baca juga : Menperin-Menaker Target Perbanyak Lapangan Kerja

Tapi setelah rapat pada Juli 2024, tahun ini untuk pertama kalinya SK Gubernur dan Bu­pati sudah terbit sebelum tutup tahun, yakni pada November.

“Saat malam Tahun Baru, orang lain sibuk dengan kem­bang api, petani malah tebus pupuk subsidinya. Tidak per­nah itu terjadi sebelumnya. Dan itu ada di beberapa titik atau wilayah,” ujar Rahmad, dalam pertemuan dengan Pimpinan Redaksi di Jakarta, Senin (6/1/2025) malam.

Alhasil, pihaknya pun bekerja sama dengan para mitra untuk membuka kiosnya pada malam Tahun Baru guna memudahkan proses tebus pupuk tersebut.

Per Senin (6/1/2025), kata dia, jumlah petani yang sudah tebus pupuk subsidi mencapai 91 ribu transaksi.

Menurut Rahmad, hal ini menunjukkan adanya perbaikan tata kelola, serta kolaborasi yang baik. Sehingga petani pun diuntungkan karena bisa mene­bus pupuk sebelum masuk masa tanam.

Baca juga : Hak Penerima KJP Dan KJMU Akan Dipulihkan

Ia menegaskan, meski tata ke­lolanya belum diubah dalam Per­pres (Peraturan Presiden), tapi perseroan berupaya memper­baiki hal-hal yang bisa dilakukan dengan tetap sesuai aturan.

Bahkan, perbaikan tata ke­lola ini turut berdampak positif pada cashflow perusahaan.

“Sebab, subsidi dua tahun lalu, pembayaran dilakukan setelahnya, kadang ada selisih HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Sekarang, tidak. Yang ada hanya tagihan berjalan. Kita salurkan subsidi, satu bulan kemudian itu sudah terbayar,” terang Rahmad.

Ia optimistis, kolaborasi yang baik ini akan terus berlanjut. Terlebih perbaikan sistem pada aplikasi iPubers (integrasi Pu­puk Bersubsidi) juga akan terus dilakukan tahun ini.

Seperti diketahui, iPubers adalah aplikasi yang digunakan petani yang terdaftar dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) untuk menebus pupuk subsidi, dengan membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk) ke kios resmi.

Baca juga : Tottenham Vs Liverpool, Menang Harga Mati

Dengan aplikasi iPubers, penebusan pupuk subsidi terekam secara digital dan dapat dipantau secara real-time.

“Kami terus melakukan per­baikan sistem iPubers. Kami tambahkan fitur-fitur baru dan hal lainnya yang dikombinasi­kan dengan AI (Artificial Intel­ligence),” akunya.

Sebelumnya, Direktur Pema­saran Pupuk Indonesia Tri Wahyudi Saleh mengatakan, ada sekitar 27.092 transaksi petani yang berhasil menebus pupuk bersubsidi sejak awal tahun hingga 3 Januari 2025.

“Itu jumlah pupuknya 7.536 ton, terbagi atas pupuk urea 4.532 ton, pupuk NPK 2.966 ton, pupuk NPK Formula Khusus 16,7 ton dan pupuk organik 20,8 ton,” beber Tri melalui siaran pers, Minggu (5/1/2025).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.