RM.id Rakyat Merdeka - Pertikaian antara Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dan Wakil Presiden Sara Duterte, kembali memanas pasca penangkapan mantan Presiden Rodrigo Duterte, yang telah diterbangkan ke markas Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ ICC) di Den Haag, Belanda.
Sara yang merupakan anak Duterte, menuding Marcos Jr su dah mengkhianati negara karena dengan mudahnya tunduk pada tuntutan pihak asing.
“Jika Anda seorang warga Filipina, Anda tidak akan mengkhianati saudara setanah air,” sindir Sara dikutip The Guardian, Rabu (12/3/2025).
Baca juga : Duterte Diterbangkan Ke Den Haag, Sara: Ini Penghinaan Bagi Filipina
Kendati begitu, pihaknya tidak akan mengirimkan keluhan atau kritikan ke pihak Marcos Jr.
“Untuk apa? Tidak ada manfaatnya berbicara dengan orang yang membiarkan rakyatnya sendiri ditangkap orang asing,” ketusnya.
Sebelum diterbangkan ke Den Haag, Selasa malam (11/3/2025), paginya Duterte di tangkap polisi di Bandara In ternasional Ninoy Aquino, Manila, begitu mendarat setelah kunjungannya ke Hong Kong.
Baca juga : Eks Presiden Filipina Duterte Ditangkap Di Bandara Manila, Ini Responsnya
Terkait penangkapan Duterte, Marcos yang akrab disapa Bongbong, mengakui tidak ada komunikasi antara Pemerintah Filipina dengan ICC.
Bongbong mengatakan, pe nangkapan Duterte melalui ko ordinasi dengan Interpol atau Polisi Internasional.
“Kami tidak berkomunikasi langsung dengan ICC. Mereka meminta banyak dokumen dari kami, tapi kami tidak menye diakannya satu pun,” ujarnya di kutip Reuters, Rabu (12/3/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.