BREAKING NEWS
 

Pasca Duterte Diterbangkan Ke Belanda, Bongbong & Sara Kembali Berseteru

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 13 Maret 2025 05:14 WIB
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dan Wakil Presiden Sara Duterte terlihat akrab pada 25 Januari 2024. (Foto STAR / KJ Rosales)

 Sebelumnya 
Sedangkan putri bungsu Duterte, Veronica, mengatakan, pesawat tersebut menculik ayahnya. Peristiwa itu diposting Veronica di akun Instagram pribadinya.

Menurut data yang diterima ICC, sejak Duterte berkuasa, 20 ribuan warga sipil diperkirakan tewas akibat operasi antinarkoba. Kebanyakan korbannya adalah warga miskin di wilayah pinggiran kota. Mirisnya, eksekusi dilakukan tanpa ada bukti mereka terkait narkoba.

Meski kebijakan kerasnya memicu kengerian internasional, Duterte tetap sangat populer di dalam negeri selama menjabat.

Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) di dalam dan luar negeri mengatakan, kebijakan anti narkoba Duterte membuat petugas Kepolisian membunuh warga sipil tanpa rasa bersalah.

Baca juga : Duterte Diterbangkan Ke Den Haag, Sara: Ini Penghinaan Bagi Filipina

Sebagai klarifikasi, Kepolisian Filipina menegaskan bahwa mereka melepaskan tembakan hanya untuk membela keselamatan diri. Sayang, banyak saksi mata yang menyatakan hal sebaliknya.

Kelompok HAM internasional yang mendokumentasikan tin dakan keras tersebut menuduh polisi secara rutin menanam barang bukti, termasuk senjata api, amunisi bekas dan narkoba.

Seorang ahli patologi foren sik independen yang menyelidiki pembunuhan tersebut telah mengungkap penyimpangan serius terhadap cara otopsi di lakukan. Termasuk sertifikat kematian yang secara keliru mengaitkan kematian dengan penyebab alamiah.

“Keadilan akhirnya menyentuh mantan pemimpin tersebut,” ujar Sekretaris Jenderal Persatuan Pengacara Rakyat Nasional Josalee S Deinla, yang mewakili para korban perang melawan narkoba.

Baca juga : Eks Presiden Filipina Duterte Ditangkap Di Bandara Manila, Ini Responsnya

Seperti diketahui, Bongbong berseteru dengan keluarga Duterte setelah berkoalisi pada Pilpres Filipina pada 2022. Saat itu Bongbong dipasangkan dengan Sara sebagai calon Wakil Presiden. Pasangan tersebut memenangkan Pilpres Filipina.

Api perseteruan mulai memanas tahun lalu setelah Bongbong mengubah Konstitusi masa jabatan Presiden Filipina. Perseteruan itu berujung pada pemakzulan Sara dari jabatan kursi Wakil Presiden Filipina pada 5 Februari lalu oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sara dimakzulkan atas tuduhan pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, korupsi dan kejahatan besar lainnya. Tuduhan terhadap Sara termasuk rencana untuk membunuh Bongbong, Ibu Negara Liza Marcos dan Ketua DPR Martin Romualdez, sepupu Marcos.

Senat Filipina akan memutuskan apakah Sara perlu dicopot dari jabatannya melalui sidang pada 2 Juni mendatang.

Baca juga : Tiga Jam Tangani Airfast, Bandara Ngurah Rai Kembali Beroperasi Normal

Jika terbukti bersalah dalam sidang Senat, dia akan dilarang mencalonkan diri dalam jabatan publik di masa depan. Termasuk larangan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2028.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense