BREAKING NEWS
 

Prof Hasyim Djalal, Anak Gunung Yang Konsen Pada Kelautan

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 13 Maret 2025 13:36 WIB
Pendiri FPCI Dino Patti Djalal (tengah), Dubes RI untuk Swiss Liechtenstein 2014 -2018 Linggawaty Hakim (kelima kiri), dan Dosen Universitas Muhammadiyah Sumbar Efri Yoni Baikoeni (kedua kanan) pada diskusi publik yang diselenggarakan di Kantor FPCI, Jakarta, Senin (10/3/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kiprah ahli hukum laut internasional Hasjim Djalal dikupas dalam diskusi menarik yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Senin (10/3/2025). Siapa sangka mantan diplomat yang terkenal dengan konsep kelautannya, dulunya dijuluki si anak gunung. 

Diskusi publik berjudul The Power of Diplomacy to Reshape World Order: The Craft and Footprint of Prof. Dr. Hasjim Djalal diselenggarakan di kantor FPCI, Jakarta.

Baca juga : Pertagas Raih Tiga Penghargaan ISA 2025, Bukti Komitmen terhadap Keberlanjutan

Acara ini dihadiri pembicara yang pernah bekerja bersama Hasjim yang merupakan arsitek utama kedaulatan maritim Indonesia. Selama hidupnya, ayah dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal ini dikenal karena kontribusinya yang signifikan dalam bidang hukum laut. 

Khususnya terkait dengan upaya Indonesia dalam mengamankan konsep Negara Kepulauan (Archipelagic State) dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS) 1982. 

Baca juga : Luncurkan Program Speling, Gubernur Jateng: Warga Bisa Periksa Kesehatan Gratis

"Pak Hasjim juga ikut memperjuangkan 1995 agreement on seabed authority, dari tahun 1990-1995, Pak Hasjim memainkan peran yang sangat penting. Beliau fasilitator untuk setiap negosiasi," kata mantan Dubes RI untuk Swiss Linggawaty Hakim. 

Pandangannya yang visioner mengenai penyelesaian Laut China Selatan (LCS) mendorong terselenggaranya lokakarya pertama tentang manajemen konflik pada 1990. Lokakarya ini membangun kepercayaan di antara para pihak yang bersengketa serta menjadi dasar dalam negosiasi Declaration of Conduct (DoC) dan Code of Conduct (CoC).

Baca juga : Syifa Hadju, Pake Gaun Terbuka, Panen Kritik

"Kalau agreement ada yang tidak tercapai, semua akan mencari Pak Hasjim. Beliau selalu datang dengan memberikan solusi yang rasional yang dapat diterima semua pihak," lanjutnya. 

Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Efri Yoni Baikoeni bercerita tentang latar belakang Prof. Hasjim. Efri merupakan Penulis Buku Biografi “Patriot Negara Kepulauan: 80 Tahun Prof. H. Hasjim Djalal, MA Gelar Tuanku Pujangga Diraja”.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense