BREAKING NEWS
 

Jadi Ajang Silaturahmi, Bukber KJRI Cape Town Dihadiri 120 Diaspora Dan ABK

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Minggu, 16 Maret 2025 17:23 WIB
Foto bersama masyarakat Indonesia di Cape Town, dalam acara buka puasa bersama di Ruang Garuda KJRI Cape Town, Afrika Selatan, Sabtu (15/3/2025). (Foto KJRI Cape Town)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town menggelar buka puasa bersama (bukber), Sabtu (15/3/2025), dengan masyarakat Indonesia termasuk para Anak Buah Kapal (ABK).

Acara dihadiri 120 orang, berlangsung di Ruang Garuda KJRI Cape Town, 124 Rosmead Avenue, Kenilworth 7708 Cape Town. 

Selain melakukan sosialisasi Kekonsuleran, pada acara bukber menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan dengan pejabat baru Konsul Protokol Konsuler Rally Aprianto Wangsa Atmadja dan Konsul Ekonomi Widya Christinasari.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI di Cape Town, Tudiono, menyampaikan, bulan suci Ramadan merupakan momentum yang baik untuk meningkatkan amal ibadah dan berlomba-lomba untuk kebaikan.

Baca juga : BNI: Jangan Khawatir, Duit Nasabah Aman Karena Dijamin LPS, Diawasi BI Dan OJK

Selain itu, Tudiono berharap acara tersebut semakin memperkuat silaturahmi, persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia di Cape Town Afrika Selatan.  

Saat ini, diaspora Indonesia di Afrika Selatan lebih dari 330.000 orang. Menurut data KJRI Cape Town, WNI yang menetap di kota Cape Town dan sekitarnya saat ini berjumlah 145 orang.

Sebagian di antara mereka menikah dengan warga Afrika Selatan dan memiliki anak-anak berkewarganegaraan ganda.

Adsense

Konjen RI juga menekan pentingnya memahami ketentuan terkait kekonsuleran termasuk permasalahan anak berkewarganegaraan ganda untuk meminimalisir kemungkinan permasalahan bagi anak dan orang tuanya di masa yang akan datang.

Baca juga : Paloh Absen di Silaturahmi Parpol KIM di Hambalang, Dipastikan Hadir di HUT Gerindra

KJRI Cape Town mencatat saat ini terdapat 44 anak yang memiliki kewarganegaraan ganda terbatas dan 6 yang sudah akan mencapai umur 18 tahun.

"Salah satu isu yang mengemuka adalah pelepasan kewarganegaraan Indonesia jika telah mencapai umur 21 tahun. Beberapa orang tua enggan untuk melaporkan pelepasan WNI anaknya karena dianggap terlalu rumit dan memakan biaya," kata Tudiono.

Selain itu, berdasarkan ketentuan yang berlaku, tidak ada sanksi jika setelah berumur 21 tidak melepas kewarganegaraan Indonesianya. Sehingga banyak orang tua yang memilih untuk membiarkan kewarganegaraan Indonesia anaknya saat anak sudah berumur 21 tahun dan tetap menjadi warga negara setempat.

Usai sosialisasi Kekonsuleran, acara dilanjutkan dengan Salat Maghrib, Isya, dan Tarawih. Selain itu dilaksanakan sholat ghaib untuk salah satu ABK yakni mendiang Rasmani yang bekerja sebagai chef di kapal Jepang.

Baca juga : Konjen RI Cape Town Dorong Pembangunan Rumah Adat Balla Lompoa

Rasmani meninggal dunia saat di kapal. Berdasarkan otopsi, dia meninggal karena "natural cause". KJRI telah berkoordinasi dengan pihak kapal, Manning Agency dan keluarga mendiang untuk pengurusan hak-hak yang bersangkutan dan penyiapan dokumen-dokumen terkait untuk pemulangannya ke Indonesia.

Di akhir acara, KJRI juga membekali para ABK dengan perlengkapan untuk menjaga stamina dan keselamatan selama bekerja. Kegiatan buka persama selanjutnya dijadwalkan pada 20 Maret 2025 di KJRI.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense