Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BNI: Jangan Khawatir, Duit Nasabah Aman Karena Dijamin LPS, Diawasi BI Dan OJK
Rabu, 26 Februari 2025 18:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengimbau masyarakat agar tak panik merespons ajakan tarik duit dari bank BUMN, yang marak di media sosial setelah pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara pada Senin (24/2/2025).
Di tahap awal, ada tujuh BUMN yang bergabung dengan Danantara. Yakni Pertamina, MIND ID, PLN, Telkom Indonesia, BNI, BRI, dan Bank Mandiri.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo Budiprabowo menegaskan, fundamental keuangan bank pelat merah tetap solid di tengah tantangan global dan kondisi keketatan likuiditas di industri perbankan.
Baca juga : Rumah Pangan PNM Hadir Di Sragen, Nasabah Dilatih Rawat Bibit Produktif
"Seperti bank BUMN lainnya, operasional bisnis BNI dan bank BUMN lainnya diawasi ketat oleh regulator yakni Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, BNI juga merupakan peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)," papar Okki kepada RM.id, Rabu (26/2/2025).
Pencapaian kinerja 2024 menjadi landasan yang memperkuat komitmen BNI untuk terus berinovasi, dan meningkatkan layanan perbankan kepada seluruh masyarakat Indonesia, di dalam maupun luar negeri.
Dengan kinerja yang baik, Okki memastikan, BNI akan terus melanjutkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Serta memberikan pelayanan perbankan yang optimal untuk kebutuhan masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri.
Baca juga : BNI Optimalkan Layanan Digital, Permudah Nasabah Manulife Bayar Premi
"Kami berkomitmen untuk mengedepankan prinsip tata kelola yang baik atau good corporate governance (GCG),” tegas Okki.
Untuk diketahui, sepanjang 2024, BNI berhasil mencatat pertumbuhan tabungan sebesar 11 persen year on year (yoy), terutama pada semester kedua tahun lalu setelah diluncurkannya aplikasi wondr by BNI.
Porsi dana murah yang berasal dari tabungan dan deposito (CASA) terhadap total Dana Pihak Ketiga, berhasil dijaga pada kisaran 70 persen.
Baca juga : Pimpinan Kemenag Tegaskan Komitmen Lebih Melayani Umat
Selain itu, BNI juga berhasil menjaga kualitas aset yang tercermin dari rasio non performing loan (NPL) yang mencatat perbaikan dari semula 2,1 persen menjadi 2 persen.
Dari sisi intermediasi, kredit tumbuh sebesar 11,6 persen. Total aset meningkat 4 persen menjadi Rp 1.129,8 triliun.
Sementara laba BNI tumbuh dari Rp 20,9 triliun menjadi Rp 21,5 triliun. Pendapatan non bunga atau non interest income (NII) melesat 11,9 persen. Sedangkan pendapatan bunga bersih atau net interest income mencapai Rp 40,5 triliun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya