BREAKING NEWS
 

Obama Dan Harris Semprit Donald Trump, Sampaikan Keprihatinan

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 4 April 2025 20:16 WIB
Barack Obama ketika membantu Kamala Harris dalam kampanye Pilpres AS di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat pada 2024. (Foto Instagram Barrack Obama)

RM.id  Rakyat Merdeka - Barack Obama dan Kamala Harris mengkritik keras tindakan Donald Trump selama masa jabatan keduanya. Presiden ke-44 AS itu menyatakan kekhawatirannya terhadap pendekatan pemerintahan Trump dalam merombak pemerintahan federal, membatasi imigrasi, dan menekan perbedaan pendapat. Dia menyoroti ancaman terhadap hak-hak fundamental seperti kebebasan berbicara dan hak atas perwakilan hukum.

"Jadi, ini pertama kalinya saya berbicara di depan umum selama beberapa waktu," kata Obama di Hamilton College, Kamis (3/4/2025).

"Bayangkan jika saya melakukan semua ini," kata Obama, kemudian menambahkan: "Tidak terbayangkan bahwa pihak-pihak yang sama yang sekarang diam akan menoleransi perilaku seperti itu dari saya, atau banyak pendahulu saya."

Obama juga mengkritik kebijakan tarif baru Trump, yang menurutnya tidak akan membawa manfaat bagi Amerika. Namun, kekhawatiran utamanya adalah pelanggaran hak-hak dasar oleh Gedung Putih.

Seperti ancaman terhadap universitas yang melindungi kebebasan berbicara mahasiswa, atau tekanan terhadap firma hukum yang mewakili pihak-pihak yang tidak disukai Pemerintah. Obama menegaskan bahwa perilaku semacam ini bertentangan dengan prinsip dasar yang menjadi fondasi Amerika sebagai negara demokrasi.

Baca juga : Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Dorong Kemandirian Industri Pertahanan

"Saya lebih khawatir dengan pemerintah federal yang mengancam universitas jika mereka tidak melepaskan mahasiswa yang menggunakan hak mereka untuk berbicara bebas," kata Obama di hadapan kerumunan mahasiswa.

"Gagasan bahwa Gedung Putih dapat berkata kepada firma hukum, jika anda mewakili pihak yang tidak kami sukai, kami akan menarik semua bisnis kami atau melarang Anda mewakili orang lain secara efektif. Perilaku semacam itu bertentangan dengan kesepakatan dasar yang kita miliki sebagai warga Amerika," tegas Obama.

Bahaya Jika Trump Berkuasa

Obama sebelumnya telah memperingatkan tentang bahaya yang dihadapi negara jika Trump terpilih kembali, saat berkampanye untuk Harris selama tahap akhir pemilihan presiden 2024.

"Hanya karena (Trump) bertingkah lucu, tidak berarti masa jabatannya tidak akan berbahaya," cetus Obama.

Adsense

Dalam pidato terpisah, Wakil Presiden ke-49 AS Harris menggambarkan tindakan Trump sebagai sesuatu yang dapat diprediksi tetapi tetap mengkhawatirkan. Terutama karena dampaknya yang menimbulkan ketakutan di banyak institusi dan individu. Dia menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi tantangan semacam itu.

Baca juga : Raja Charles III Sempat Dirawat Di RS Karena Efek Samping Pengobatan Kanker

"Ada banyak hal yang kami tahu akan terjadi," kata Harris dalam acara Leading Women Defined Summit.

"Saya tidak di sini untuk mengatakan bahwa saya sudah bilang begitu," imbuhnya sambil tertawa. '

Harris mengatakan, dia menyadari bahwa kembalinya Trump ke Ruang Oval (kantor Presiden AS di Gedung Putih) telah memunculkan rasa takut yang besar.

"Kami melihat organisasi-organisasi tetap diam. Kami melihat mereka yang menyerah pada ancaman yang jelas-jelas tidak konstitusional. Dan inilah hal-hal yang kami saksikan, setiap hari dalam beberapa bulan terakhir di negara kami dan itu dapat dimengerti," kata Harris.

Pernyataan Harris tersebut, adalah komentarnya yang paling blak-blakan sejak dimulainya masa jabatan kedua Trump.Mantan wakil presiden, yang kalah dari Trump dalam pemilihan bulan November, melanjutkan. 

Baca juga : BPK Harap Kualitas Pelaporan Makin Teguhkan Kepercayaan Publik

"Rasa takut itu menular, begitu pula keberanian. Ketika seseorang merasa takut, rasa takut itu akan menyebar ke orang-orang di sekitarnya dan menyebar. Dan kita menyaksikannya, tidak diragukan lagi. Tetapi saya juga mengatakan ini, teman-teman terkasih, keberanian juga menular," tambahnya.

Awal pekan ini, Trump mengumumkan kesepakatan dengan firma hukum yang mempekerjakan suami Harris, Doug Emhoff – Willkie Farr & Gallagher. Menurut Presiden, kesepakatannya, firma tersebut untuk menyediakan layanan hukum probono selama masa jabatan keduanya, dengan nilai 100 juta dolar AS.

Itu adalah contoh lain dari firma-firma ternama memutuskan kesepakatan dengan Gedung Putih ketika Trump telah menargetkan firma-firma yang telah bekerja dengan musuh-musuh politiknya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense