BREAKING NEWS
 

Prabowo Kunjungi PM Malaysia Anwar Ibrahim, Bahas Tarif Resiprokal Trump

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 7 April 2025 10:38 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim di Putrajaya, Minggu (6/4/2025). (Foto: Facebook Anwar Ibrahim)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo mengunjungi Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, yang saat ini menjabat Ketua ASEAN, untuk membahas langkah-langkah menghadapi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) yang telah diumumkan Presiden Donald Trump pada Rabu (2/4/2025).

Untuk diketahui, seluruh negara ASEAN yang totalnya berjumlah 10, dikenai tarif resiprokal AS yang terbilang tinggi. Kamboja menempati peringkat pertama dengan angka 49 persen. Diikuti Laos (48 persen), Vietnam (46 persen), Myanmar (44 persen), Thailand (36 persen), Indonesia (32 persen), Malaysia (24 persen), Brunei Darussalam (24 persen), Filipina (17 persen), dan Singapura (10 persen).

"Dalam suasana Lebaran yang penuh berkah, saya mendapat kunjungan silaturahmi dari seorang sahabat lama yang juga Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto sore ini," ungkap PM Anwar via Instagram via Facebook, Minggu (6/4/2025).

"Kami membahas sejumlah isu penting regional, termasuk dampak tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap negara-negara ASEAN," imbuhnya.

Tak hanya ngobrol soal tarif resiprokal Trump, Presiden Prabowo dan PM Anwar juga menyinggung upaya dan tindakan kolektif dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa dahsyat Myanmar.

Baca juga : Lebih Dari 50 Negara Kontak Gedung Putih Untuk Nego Tarif Resiprokal Trump

"Semoga semangat Idul Fitri terus mempererat hubungan persaudaraan dan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia, demi keamanan dan kesejahteraan kawasan," pungkas PM Anwar.

Mengancam Ekonomi Dunia 

Dalam postingan Facebook lainnya, PM Anwar mengatakan, tarif resiprokal Trump mengancam pertumbuhan dan keselamatan ekonomi dunia. Serta mengikis kemakmuran yang saat ini dialami negara-negara berkembang dan negara Global South.

"Tarif timbal balik tidak menyokong prinsip perdagangan bebas dan adil, sesuai ketentuan WTO yang disepakati 166 negara, termasuk Amerika Serikat," papar PM Anwar.

Adsense

Dia juga membantah asumsi AS yang menyebut Malaysia telah memberlakukan tarif 47 persen terhadap seluruh produk impor asal Negeri Paman Sam, yang dianggap sebagai dasar penghitungan tarif resiprokal (50 persen dari tarif impor produk AS ke Malaysia). Sehingga, tarif resiprokal Malaysia menjadi 25 persen.

"Dasar pengenaan tarif ini tidak tepat. Saat ini, Malaysia sedang mendapatkan penjelasan mengenai perhitungan tersebut," beber PM Anwar.

Baca juga : Analis Yakin Indonesia Bisa Hadapi Tarif Resiprokal Trump: Sudah Diantisipasi

Dalam semangat menjaga semangat positif dan progresif dengan semua mitra dagang, Malaysia memastikan akan terus bekerja sama dengan AS.

Pembicaraan dengan para tokoh utama AS untuk mendapatkan win-win solution, juga terus dilakukan.

"Sekiranya tarif 24 persen ini dilaksanakan, ekonomi dan tingkat pertumbuhan sebesar 4,5 hingga 5,5 persen seperti yang tercantum dalam KDNK 2025 terpaksa harus dikaji ulang," papar PM Anwar.

Menurut dia, dampak tarif resiprokal AS ini baru akan jelas terlihat, setelah Malaysia mendapatkan informasi rinci mengenai timeline pelaksanaan, besaran tarif dan cakupan produknya.

"Di tingkat ASEAN, kami juga telah mendapatkan pandangan bersama dalam mempertahankan hak dan kepentingan ekonomi masing-masing negara serta kawasan," tegas PM Anwar.

Sikap Indonesia 

Baca juga : Menko Airlangga Kunjungi PM Malaysia Anwar Ibrahim, Ngobrolin Apa?

Indonesia memastikan tidak akan mengambil langkah retaliasi atas kebijakan tarif tersebut. Indonesia memilih menempuh jalur diplomasi dan negosiasi, untuk mencari solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Pendekatan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang hubungan perdagangan bilateral, serta untuk menjaga iklim investasi dan stabilitas ekonomi nasional.

“Kita dikenakan waktu yang sangat singkat, yaitu 9 April, diminta untuk merespons. Indonesia menyiapkan rencana aksi dengan memperhatikan beberapa hal, termasuk impor dan investasi dari Amerika Serikat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Terbatas Lanjutan terkait Kebijakan Tarif Resiprokal Amerika Serikat yang digelar secara virtual, Minggu (6/4/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense