Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menko Airlangga Kunjungi PM Malaysia Anwar Ibrahim, Ngobrolin Apa?
Jumat, 4 April 2025 15:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya di Putrajaya, Jumat (4/4/2025).
Lewat postingan Facebook-nya, PM Anwar mengatakan, pertemuan tersebut membahas pengembangan kerja sama bilateral antara Malaysia dan Indonesia.
"Kami memanfaatkan sepenuhnya persahabatan erat kedua negara. Kami ingin lebih memperkuat kegiatan perdagangan yang melibatkan pengusaha Indonesia dan Malaysia di berbagai sektor," ujar PM Anwar, Jumat (4/4/2025).
Baca juga : Kebakaran Pipa Gas Petronas Di Malaysia, 33 Orang Terluka
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dalam pertemuan dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim (tengah) dan Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia Zafrul Abdul Aziz (kanan) dalam pertemuan di Putrajaya, Jumat (4/4/2025). (Foto: FB Anwar Ibrahim)
Menurutnya, prioritas juga diberikan untuk memperkuat dan memperbarui sinergi ekonomi, yang mencerminkan komitmen mendorong kerja sama yang kuat antara Indonesia dan Malaysia ke tingkat yang lebih baik di masa depan.
Anwar menegaskan, sebagai ketua ASEAN tahun ini, Malaysia membutuhkan kerja sama dari semua negara tetangga, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan kemampuan negara di bidang investasi, pariwisata, dan perdagangan. Baik secara regional ataupun global.
Baca juga : Tersangka Penembakan Di Mall Malaysia, Tewas Dalam Baku Tembak Dengan Polisi
Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia Zafrul Abdul Aziz yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, Indonesia dan Malaysia membahas strategi untuk memperkuat ekonomi regional.
"Dalam lingkungan global yang penuh ketidakpastian, persatuan ASEAN bukan lagi sebuah pilihan, tetapi sebuah kebutuhan. Mari kita perkuat ekonomi regional untuk kemakmuran bersama," kata Zafrul via Facebook, Jumat (4/4/2025).
"Saat ekonomi global sedang dalam kekacauan, ASEAN perlu bersuara lebih keras," tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya