BREAKING NEWS
 

Tutup Pintu Negosiasi Dagang, China Cuekin Ancaman Kebijakan Tarif Trump

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 9 April 2025 04:05 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. (Foto fmprc.gov.cn)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menambah tarif dagang kepada China jika tidak menurunkan tarif dagang untuk produk milik Negeri Paman Sam. Namun, Pemerintah Negeri Tirai Bambu tidak berkomentar banyak menanggapi ancaman ini.

Tak hanya cuek dengan ancaman Trump, Kementerian Luar Negeri China malah menutup kemungkinan negosiasi.

Baca juga : Perang Dagang Makin Gokil, Produk China Masuk AS Bisa Kena Tarif 104 Persen

“Kami telah menekankan berkali kali bahwa mengancam China bukanlah cara yang tepat untuk terlibat dengan kami,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (7/4/2025), dikutip media China, Xinhua.

Dalam pertemuan itu, Lin Jian menjawab pertanyan jurnalis soal kemungkinan negosiasi tarif dengan AS. Pemerintah China sangat menyesalkan dan tegas menolak hal tersebut.

Baca juga : PM Anwar Minta Industri Tenang, Jamin Ekonomi Tak Goyah Meski Kena Tarif AS

“Apa yang telah dilakukan AS merupakan langkah khas unilateralisme, proteksionisme dan intimidasi ekonomi. Ini akan merugikan AS dan juga negara negara lain,” tutur Lin Jian.

Dia menuding, langkah hegemonik AS atas nama timbal balik hanya melayani kepentingan egoisnya dengan mengorbankan kepentingan negara lain.

Baca juga : Menko Airlangga: RI Tidak Siapkan Aksi Balasan Hadapi Kebijakan Tarif Trump

AS, lanjut Lin Jian, perlu menyediakan lingkungan yang terbuka, adil, jujur dan tidak diskriminatif bagi bisnis China di negara tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense