BREAKING NEWS
 

Dubes Djauhari Oratmangun Bahas Semangat Konferensi Asia Afrika Di Era Modern

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 22 April 2025 04:35 WIB
Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun. (Foto KBRI Beijing)

 Sebelumnya 
KAA 1955 menghasilkan sepuluh pernyataan prinsip-prinsip dasar yang dikenal sebagai Dasasila Bandung, yang kemudian menjadi semangat bagi negara-negara Asia dan Afrika menyelesaikan masalah kolonialisme. Sekarang Global South harus memastikan bahwa pembangunan tidak berhenti di perbatasan negara masing-masing, tetapi menyebar ke luar untuk membantu negara lain. Termasuk membuka model pembiayaan alternatif yang memungkinkan pembangunan berkelanjutan untuk semua.

Tahun lalu, menurut Dubes Djauhari, Indonesia juga menjadi tuan rumah Forum IndonesiaAfrika dengan tema ‘Semangat Bandung untuk Visi Afrika 2063’. Pendekatannya adalah menempatkan Afrika di kursi pengemudi perjalanan pembangunannya. Forum tersebut telah menghasilkan perjanjian kerja sama lebih dari 3,5 miliar dolar AS.

Adsense

“KAA bukan sekadar pertemuan. KAA adalah sebuah janji tidak ada bangsa yang akan tertinggal. Termasuk rakyat Palestina yang telah lama menantikan keadilan, kedaulatan dan tempat yang mereka sebut milik mereka sendiri,” tegasnya.

Baca juga : Tari Saman, Indomie, Geliga Hingga Kopiko Warnai Festival Kramat Di Cape Town

Presiden CPIFA yang juga mantan Menteri Luar Negeri China Wang Chao mengatakan, kerja sama pembangunan yang diusulkan China mencakup enam usulan modernisasi. Yaitu modernisasi yang adil, saling menguntungkan, mengutamakan rakyat, pluralistik, ramah lingkungan dan damai.

“Enam usulan ini akan memimpin Negara Selatan untuk mempercepat modernisasi,” ujarnya.

Solidaritas dan saling membantu, menurut Wang, merupakan tradisi baik dan menjadi dasar penting bagi pembangunan dan pertumbuhan berkelanjutan.

Baca juga : Negara Global South Mesti Bebas Tekanan

“Kita perlu bersatu dan memperdalam kerja sama di berbagai bidang,” tambahnya.

Dalam forum yang sama, Dubes Indonesia untuk China periode 2010-2013 Imron Cotan mengatakan, China adalah mitra dagang terbesar Afrika.

“Sudah waktunya bagi kita bersatu menuju kerja sama antar-benua. Bagaimana kita menemukan cara terbaik sebagai benua dengan benua, yaitu Asia dan Afrika, untuk bergerak maju bersama,” ujar Imron.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense