RM.id Rakyat Merdeka - Langkah diplomatik Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono berkunjung ke Amerika Serikat (AS) dan China dalam sepekan, dinilai tidak pas. Di tengah memanasnya perang tarif antara dua kekuatan dunia tersebut, kunjungan beruntun ini dinilai kurang strategis dan berisiko, bahkan bisa menimbulkan kesan tidak konsisten dalam posisi politik luar negeri Indonesia.
Sugiono melakukan pertemuan dengan Menlu China Wang Yi, Senin (21/4/2025). Pertemuan tersebut berlangsung setelah sebelumnya dia bertemu dengan Menlu AS Marco Rubio pada 16 April 2025.
Baca juga : Kepada Negara Yang Nego Tarif Dengan AS, China Layangkan Ancaman
Pemerintah menilai, pertemuan ini menegaskan posisi netral Indonesia di tengah perang dagang antara Washington dan Beijing.
Kunjungan Sugiono ke China dalam rangka pertemuan Dialog 2+2, Menlu dan Menteri Pertahanan (Menhan) kedua negara. Hadir bersama Sugiono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun serta jajaran delegasi RI.
Baca juga : Perempuan Migran Kudu Melek Finansial
Sedangkan Wang Yi hadir bersama Menhan China Dong Jun dan jajarannya. Pertemuan tersebut dilakukan di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing, China.
“Dialog ini menjadi ruang strategis menyamakan langkah, memperkuat rasa saling percaya dan merancang arah baru kerja sama Indonesia dan China ke depan,” kata Sugiono dalam pernyataannya.
Baca juga : Gokil, AS Kini Tetapkan Tarif Impor 245 Persen Untuk Seluruh Produk China
Salah satu hasil dari pertemuan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) oleh Menlu RI dan Menlu China. CSD berfokus pada lima pilar kerja sama, yaitu ekonomi, hubungan antar masyarakat, maritim, politik dan keamanan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.