Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegah Penipuan Keuangan
Perempuan Migran Kudu Melek Finansial
Rabu, 23 April 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan edukasi keuangan khusus bagi perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kegiatan bertajuk “Perempuan Berdaya dan Cerdas Finansial Menyongsong Masa Depan Sejahtera” ini berlangsung di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/4/2025), dan diikuti oleh sekitar 1.000 peserta.
Acara ini dihadiri oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti serta Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi.
Karding menegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan perempuan. Khususnya para PMI agar mereka cakap dalam mengelola keuangan.
Baca juga : Bukan Pemicu Keretakan Pernikahan Arya Saloka
“Pengelolaan keuangan yang baik dapat melindungi PMI dari berbagai bentuk kejahatan atau penipuan keuangan,” ujarnya dalam keterangan pers bersama KP2MI, BI dan OJK, Selasa (22/4/2025).
Dia juga mengimbau para PMI untuk memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin guna memahami cara mengelola keuangan secara bijak, serta memilih instrumen transaksi dan investasi yang tepat.
Dengan demikian, hasil kerja mereka di luar negeri dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.
Berdasarkan data KP2MI, dalam periode lima tahun terakhir (2021–2025), tercatat sebanyak 66,3 persen atau 624.908 PMI di negara-negara penempatan merupakan perempuan.
Baca juga : Selamat Jalan Tokoh Teduh & Sederhana
“Edukasi keuangan ini sangat strategis sebagai bekal bagi para pekerja migran dalam mengelola pendapatan secara bijak dan produktif,” kata Karding.
Senada, Destry menegaskan peran penting PMI dalam perekonomian nasional, baik melalui kontribusi langsung mereka di luar negeri maupun melalui remitansi yang dikirimkan ke Tanah Air.
“Remitansi tidak hanya berdampak pada kesejahteraan keluarga di daerah asal, tetapi juga memperkuat ketahanan eksternal dan stabilitas neraca pembayaran negara,” ujarnya.
Destry juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan digital di tengah kemajuan teknologi keuangan.
Baca juga : Jokowi: Mataharinya Cuma Satu, Pak Prabowo
“BI terus mendorong pelindungan konsumen melalui kampanye Konsumen Cerdas PeKA (Peduli, Kenali dan Adukan). Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan,” katanya.
Sementara, Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa perempuan PMI memegang peranan penting, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam mendukung pendapatan negara.
Karena itu, mereka perlu dibekali dengan literasi keuangan yang memadai.
“Keterampilan literasi keuangan merupakan modal penting bagi para ibu PMI agar setelah kembali ke Tanah Air mereka memiliki tabungan dan kemampuan mengelola keuangan untuk merintis usaha, menjadi lebih produktif, dan meraih kesejahteraan,” tutup Friderica.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya