BREAKING NEWS
 

Prabowo Utus Jokowi Ke Vatikan Jadi Bukti Matahari Cuma Satu

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 26 April 2025 08:05 WIB
Presiden ke-7 RI Joko Widodo disambut Duta Besar Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang (kedua kiri) saat tiba di Bandar Udara Internasional Leonardo da Vinci, Roma, Italia, Jumat (25/4/2025). Jokowi akan menghadiri pemakaman Paus Fransiskus. (Foto: Junimart Girsang)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengutus Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Italia un­tuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan pada Sabtu (26/4/2025). Hadirnya Jokowi se­bagai utusan Presiden Prabowo ini dinilai mementahkan isu adanya "matahari kembar" di pemerintahan.

Jokowi dan rombongan tiba di Bandar Udara Internasional Leonardo da Vinci pada pukul Jumat (5/4/2025) pukul 7.31. Jokowi mengenakan setelan jas biru dongker yang dibalut dengan kemeja putih.

Untuk diketahui, Presiden Prabo­wo mengutus Jokowi, Wakil Men­teri Keuangan Thomas Djiwandono, Menteri HAM Natalius Pigai, dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan untuk menghadiri pemaka­man Paus Fransiskus hari ini.

Kehadiran Jokowi langsung disambut Duta Besar Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang. Thomas yang sudah lebih dulu datang juga ikut menyambut Jokowi di bandara. Jokowi dan rombongan langsung menuju ke ruang VIP.

Setelah dari bandara, Jokowi beserta rombongan menuju ke Hotel Eden di Via Ludovisi untuk beristirahat. Siangnya, Jokowi ke Masjid Raya Roma Via Della untuk salat Jumat.

Baca juga : Beda Dengan IMF, Sri Mulyani Masih Pede Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen

Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan yang turut hadir dalam misi khusus ini juga sudah tiba di Roma. Dia langsung menuju Basilika Santa Maria Maggiore, di pusat Kota Roma.

Dengan mengenakan setelan jas berwarna gelap dan kaca mata hitam, Jonan tampak berdiri di pelataran basilika yang megah, berlatar langit biru cerah dan bangunan kuno ber­gaya Renaissance yang menjulang kokoh. Suasana di sekitar basilika tampak ramai. Para peziarah dan wisatawan memadati halaman depan, sementara petugas keamanan Italia berjaga ketat di sekitar area.

"Halo, saya Ignasius Jonan. Saya berada di depan Basilika Santa Maria di tengah Kota Roma. Basilika ini dipilih oleh Paus Fransiskus untuk beliau disemayamkan dan dimakam­kan pada waktu beliau meninggal," ujar Jonan dalam rekaman video yang dibuat di lokasi, dan dikirim kepada Rakyat Merdeka, Jumat (25/4/2025).

Jonan menjelaskan, setelah upaca­ra besar secara liturgi dan keagamaan yang akan digelar di Lapangan Santo Petrus, jenazah Paus Fransiskus akan dibawa ke Basilika Santa Maria Mag­giore untuk disemayamkan. Basilika ini merupakan satu dari lima basilika utama umat Katolik di Roma, selain Basilika Santo Petrus, Basilika Santo Paulus di luar tembok, dan lainnya.

Adsense

"Hari ini, hari Jumat, sekitar jam satu siang. Suhu udara di Roma sekitar 25-26 derajat dan cerah," tambah Jonan menggambarkan suasana hangat musim semi yang menyelimuti kota.

Baca juga : Solo Diusulkan Jadi Daerah Istimewa, Istana Masih Pelajari

Jonan mengungkapkan, alasan dirinya ditunjuk Presiden Prabowo menjadi utusan karena pernah menjadi Ketua Panitia Penyambutan Paus ke In­donesia pada 3-6 September 2024. Ala­san itu diketahuinya ketika diundang Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya beberapa waktu lalu.

Dia juga mengaku Presiden Prabo­wo menitipkan pesan duka yang mendalam atas meninggalnya Paus Fransiskus kepada pemerintah Vatikan. "Kalau sempat saya akan menyam­paikan duka cita atas nama presiden dan nama bangsa," pungkasnya.

Tidak Ada Matahari Kembar

Sementara, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, penunjukan Jokowi sebagai utusan Presiden Prabowo sebagai bentuk persahabatan yang erat antara kedua tokoh tersebut. Selain itu, kepu­tusan Prabowo untuk mengutus Jokowi bersama sejumlah pejabat lainnya menepis spekulasi mengenai adanya "matahari kembar" di Indonesia.

"Diutusnya Jokowi atas nama mewakili pemerintah ke Vatikan jadi bukti sahih. Sekalipun banyak sekali spekulasi isu matahari kembar, sepertinya tak pengaruh apapun," kata Adi, Jumat (25/4/2025).

Baca juga : Satriwan Salim: Kami Apresiasi Hal Ini, Semoga Cepat Direalisasi

Adi menambahkan, langkah ini juga menegaskan bahwa matahari dalam konteks politik Indonesia hanya satu, yakni Prabowo Subianto. Oleh karenanya, kehadiran Jokowi sebagai utusan Presiden telah mengamputasi isu-isu liar soal matahari kembar yang selama ini berembus cukup kencang.

"Isu matahari kembar itu hanya spekulasi liar di luar. Di dalam, mereka tetap kompak. Penunjukan Jokowi sebagai utusan Prabowo ke Vatikan menegaskan bahwa Prabowo adalah matahari yang sesungguhnya," pung­kasnya.

Sebelumnya, isu adanya matahari kembar ramai setelah sejumlah men­teri Prabowo mengunjungi kediaman Jokowi di Solo. Isu ini pun langsung ramai.

Jokowi sudah membantah jika ada matahari kembar dalam pemer­intahaan Prabowo. Menurut Jokowi, matahari cuma satu, Presiden Prabo­wo. [BYU/BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense