BREAKING NEWS
 

Ledakan Di Pelabuhan Bandar Abbas, Iran Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 28 April 2025 16:10 WIB
Asap tebal mengepul di lokasi ledakan di dermaga pelabuhan Shahid Rajaee, Bandar Abbas, Iran, Sabtu (26/4/2025). (Foto IRNA/M.Rasoul Moradi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ledakan besar terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee, Bandar Abbas, pelabuhan komersial terbesar di Iran, Sabtu (26/4/2025), pagi. Peristiwa ini menewaskan sekitar 40 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang.

Pemerintah Iran menetapkan 28 April sebagai hari berkabung nasional menyusul ledakan mematikan tersebut. 

"Hingga kini 40 orang meninggal akibat luka yang diderita dalam ledakan tersebut," kata Gubernur Provinsi Hormozgan, Mohammad Ashouri.

Baca juga : Ahmad Luthfi Berhasil Kembalikan Status Bandara Ahmad Yani Jadi Internasional

Lebih dari 1.200 orang dilaporkan ikut terluka dalam insiden tersebut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengunjungi lokasi dan memerintahkan investigasi mendalam, Minggu (27/4/2025).

Adsense

 "Kami datang untuk melihat langsung apakah ada sesuatu atau masalah yang dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah," ujarnya dikutip BBC.

Baca juga : Kementan Siapkan 12 Standar Baru Layanan PVT, Ajak Publik Beri Masukan

Kemarahan publik meningkat karena dugaan insiden ini diduga karena kelalaian penyimpanan bahan berbahaya. Laporan dari lembaga keamanan maritim menyebutkan bahwa bahan kimia penyebab ledakan diduga adalah sodium perchlorate.

Zat kimia itu merupakan bahan bakar padat untuk misil yang disebut berasal dari China. Spekulasi menyebut bahwa bahan tersebut disimpan  militer atau Garda Revolusi Iran. Namun, pihak berwenang membantah adanya muatan militer di area tersebut.

Sementara itu, otoritas pelabuhan menduga kebakaran berasal dari depot penyimpanan bahan kimia berbahaya. Ledakan ini juga memicu kekhawatiran akan dampaknya pada ekonomi nasional. Hal ini mengingat pelabuhan Shahid Rajaee menangani hampir 80 persen produk impor Iran.

Baca juga : Buruh Transportasi Pelabuhan Suarakan Aspirasi Terkait Macet Horor di Priok

Sejumlah analis memperingatkan soal kemungkinan kelangkaan makanan. Namun Pemerintah kemudian menenangkan publik dengan mengatakan bahwa sebagian besar aktivitas pelabuhan masih berjalan normal.

Bantuan internasional pun mulai berdatangan. Rusia mengirimkan pesawat pemadam khusus. Berbagai negara termasuk China, India, Turki, hingga PBB menyampaikan belasungkawa.

Tragedi ini terjadi bersamaan dengan pembicaraan nuklir tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Oman. Pembicaran ini menunjukkan kemajuan. Iran terbuka terhadap pembatasan program nuklir demi pelonggaran sanksi. Tetapi negara itu tetap menegaskan bahwa programnya hanya untuk kepentingan sipil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense