RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat (AS) memberikan perlakuan tarif ekspor yang setara dengan negara-negara pesaing seperti Vietnam dan Bangladesh.
Permintaan ini disampaikan langsung Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi AS dalam kunjungan kerjanya ke Washington DC baru-baru ini.
Baca juga : Kemendagri Minta Pemda Aktif Cek Harga Pangan di Pasar Kendalikan Inflasi
Dalam konferensi pers, Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia ingin mendapatkan “equal playing field” dalam perdagangan dengan AS. “Indonesia minta agar tarif kita setara dengan negara lain, apakah itu Vietnam, apakah itu Bangladesh,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/4).
Menurut Airlangga, selama ini produk ekspor Indonesia masih dikenai tarif lebih tinggi dibandingkan beberapa negara pesaing di kawasan Asia. Hal ini membuat posisi daya saing Indonesia di pasar AS kurang optimal. “Menyeimbangkan neraca perdagangan, jadi kita sebut itu fair and square,” tegasnya.
Baca juga : Pertemuan Sugiono Dengan Menlu China & AS Tidak Pas
Selain membahas tarif, Airlangga juga melaporkan bahwa negosiasi dengan AS mencakup isu-isu non-tarif, kerja sama di bidang critical minerals, hingga sektor pendidikan dan sains. Indonesia bahkan sudah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) untuk memperdalam perundingan dagang secara tertutup.
Airlangga menyebut, pemerintah AS, melalui United States Trade Representative (USTR), mengapresiasi sikap proaktif Indonesia. “Surat yang diajukan tanggal 7 dan tanggal 9 mendapatkan apresiasi dari Amerika, karena surat yang Indonesia masukkan relatif komprehensif,” tambahnya.
Baca juga : Sultan Minta Pelindo II Atasi Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai Skala Penuh
Sebagai tindak lanjut, Presiden Jokowi telah menyetujui pembentukan tiga satuan tugas (satgas) khusus untuk mempercepat hasil perundingan. Ketiganya mencakup Satgas Perundingan Perdagangan dan Investasi, Satgas Mitigasi PHK, dan Satgas Deregulasi Kebijakan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.