Dark/Light Mode

Gaspol Gabung OECD, Airlangga Lobi Para Dubes Negara Mitra Di Paris

Rabu, 5 Maret 2025 21:58 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan para dubes negara OECD, di Paris, Prancis, Selasa (4/3/2025). Foto: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan para dubes negara OECD, di Paris, Prancis, Selasa (4/3/2025). Foto: Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam kunjungan kerjanya ke Paris, Prancis, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan sejumlah Duta Besar dan perwakilan negara-negara anggota OECD di Wisma KBRI, Selasa malam (4/3/2025). Dalam pertemuan tersebut, Airlangga mengajarkan negara mitra percepat aksesi Indonesia ke OECD. 

Pertemuan ini turut dihadiri Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, serta perwakilan dari Australia, Jepang, Jerman, Belanda, dan Polandia. Mereka merupakan perwakilan negara sahabat yang telah memberikan, atau berkomitmen untuk memberikan, dukungan terhadap percepatan proses aksesi Indonesia ke OECD.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dibarengi santap malam, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas dukungan negara-negara sahabat terhadap upaya Indonesia untuk bergabung dengan OECD. Ia menyoroti perkembangan proses aksesi, mulai dari dibukanya diskusi pada Februari 2024 hingga tahapan asesmen mandiri yang kini tengah berlangsung.

Baca juga : Airlangga Jadi Pembicara Utama di UNESCO World Engineering Day di Paris

“Indonesia bangga menjadi negara pertama di ASEAN yang menjadi negara aksesi OECD,” ujar Menko Airlangga. Ia juga menambahkan bahwa langkah strategis Indonesia ini turut memotivasi negara ASEAN lainnya, seperti Thailand, yang mengikuti jejak serupa pada Juni 2024.

“Prioritas Pemerintah Indonesia saat ini adalah meningkatkan daya saing, produktivitas, dan investasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mencapai target pertumbuhan 8 persen secara bertahap,” ungkap Menko Airlangga kepada para Duta Besar dan Perwakilan negara mitra.

Airlangga mengatakan, bergabungnya Indonesia di OECD akan mendukung cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Hal ini dimungkinkan mengingat proses transisi dan transformasi struktural dapat memperluas akses pasar, permodalan, keterampilan, dan teknologi. Transformasi segala bidang ini diperlukan karena Indonesia perlu mencapai pertumbuhan ekonomi di angka 6-8 persen dalam 20 tahun ke depan, agar dapat keluar dari jebakan negara dengan pendapatan menengah (middle-income trap).

Baca juga : Bekali Kepala Daerah, Airlangga Dorong Sinergi Pusat-Daerah Buka Lapangan Kerja

Pemerintah Indonesia menargetkan akan menyelesaikan proses aksesi OECD dalam jangka waktu tiga sampai empat tahun ke depan. Selanjutnya untuk menjaga momentum dan sinergi program Pemerintah, aksesi Indonesia di OECD telah dicantumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Menko Airlangga menyampaikan perkembangan dan langkah strategis ke depan terkait aksesi OECD. “Target Indonesia adalah menyampaikan draf Initial Memorandum sebelum Juni 2025 ini, agar siap menandai langkah Peta Jalan Aksesi pada Pertemuan Dewan OECD Tingkat Menteri di bulan Juni 2025. Selanjutnya, Menko Airlangga juga menegaskan “Indonesia akan mempercepat penyelarasan seluruh substansi instrumen OECD”. 

Untuk mendukung tahap-tahap aksesi tersebut, Sekretariat Tim Nasional OECD telah mengidentifikasi kebutuhan dukungan kapasitas pada beberapa area penting, proses implementasi yang komprehensif, dan potensi penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Baca juga : Kerja Jadi Terapis Spa Dan LC Karaoke, 4 Warga Negara China Dideportasi

Dalam kesempatan ini, Menko Airlangga membuka peluang kolaborasi dan dukungan dengan para negara-negara OECD untuk berpartisipasi dalam proses aksesi Indonesia. Area utama yang diperlukan Indonesia adalah peningkatan awareness dan kapasitas dalam bentuk Seminar atau Workshop, pendampingan teknis dan penyediaan Tim Ahli di Kementerian/ Lembaga, dan dukungan dalam penempatan Perwakilan Indonesia di Sekretariat OECD. “Penguatan hubungan antara Indonesia, Negara-negara Anggota OECD, dan Sekretariat OECD di Paris sangat penting dalam strategi percepatan aksesi Indonesia," tegas Menko Airlangga.

Pada pertemuan ini, Menko Airlangga didampingi oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso; Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Edi Prio Pambudi; dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral, Ferry Ardiyanto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.