Sebelumnya
Hubungan antara Trump dan Netanyahu mengalami keretakan yang signifikan. Trump dikabarkan memutus kontak langsung dengan Netanyahu karena merasa dimanipulasi oleh orang nomor satu di Israel itu.
Ketegangan ini semakin meningkat setelah Trump kecewa dengan Netanyahu, yang dianggap terlalu menekan Partai Republik untuk bersikap lebih agresif terhadap Hamas.
Baca juga : Duh, Mesranya Sama Pacar Di Bawah Laut
Selain itu, Trump juga mulai mengubah pendekatan diplomatik dengan lebih fokus pada negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dibanding Israel.
Belum cukup, pemerintahan Netanyahu juga gagal mempresentasikan rencana konkret terhadap Iran dan kelompok Houthi sehingga membuat AS kesal. Akhirnya, AS mencapai gencatan senjata dengan Houthi tanpa sepengetahuan Israel. Netanyahu juga dianggap gagal menyerahkan proposal konkret mengenai Jalur Gaza.
Baca juga : Perang Di Mana-mana, Prediksi Prabowo Menjadi Kenyataan
Netanyahu belum memberikan komentar resmi mengenai keretakan hubungannya dengan Trump. Tetapi, para analis melihatnya sebagai sinyal bahaya bagi hubungan AS-Israel di masa depan.
Hamas juga menyatakan kesediaannya untuk bernegosiasi secara intensif, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata final. Faksi di Palestina yang menguasai Jalur Gaza itu mengatakan bahwa kerangka kerja seperti itu akan membantu memastikan ketenangan dan stabilitas jangka panjang, rekonstruksi dan pencabutan blokade Israel.
Baca juga : Angkanya Terus Naik, Utang Warga Ke Pinjol Tembus 80 T
Lebih dari 52.800 warga Palestina telah tewas di Gaza dalam serangan brutal Israel sejak Oktober 2023. Sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 13 Mei 2025 dengan judul "Jelang Kunjungan Trump Ke Negara Teluk Hamas Bebaskan Sandera Amerika"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.