BREAKING NEWS
 

Soal Perdagangan Dan Gencatan Senjata Dengan Pakistan

Trump Bikin PM India Mumet

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 21 Mei 2025 06:20 WIB
PM India Narendra Modi (kiri) dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan saat menghadiri konferensi pers bersama di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 13 Februari 2025. (FOTO: VIA CNA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bikin dua masalah besar yang membuat Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mumet. Pertama, terkait gencatan senjata dengan Pakistan. Kedua, soal urusan perdagangan dengan Negeri Paman Sam.

Dua hal itu disoroti pengamat yang juga seorang kolumnis opini senior di Bloomberg Opinion Andy Mukherjee, Selasa (20/5/2025). Mukherjee dikenal sebagai pengamat yang tajam dalam menganalisis hubungan antara kebijakan ekonomi dan dinamika geopolitik di Asia.

Dilansir Channel News Asia (CNA), Trump mengklaim bahwa AS yang menjadi penengah gencatan senjata antara India dan Pakistan. Trump mencoba mengambil kredit dari konflik antara dua negara pemilik nuklir yang bertetangga.

Klaim Trump tersebut mem­buat Modi pusing. Sebab, sela­ma ini India hanya ingin urusan Kashmir diselesaikan langsung antara India dan Pakistan, tanpa campur tangan negara lain.

Baca juga : Ingin Menikah Untuk Pertama & Terakhir

“Pernyataan Trump menimbulkan kesan posisi India ke­lihatan lemah. Seolah-olah Modi tidak bisa mengatur urusan negaranya sendiri. Trump telah memasukkan Washing­ton ke dalam sengketa Kash­mir, sesuatu yang sebelumnya merupakan urusan bilateral India dengan Pakistan,” terang Mukherjee.

Sebagai informasi, Tentara Angkatan Darat India pada Minggu (18/5/2025), mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan sen­jata dengan Pakistan berlanjut.

Menurut militer New Delhi, tidak ada tanggal kedaluwarsa untuk kelanjutan penghentian permusuhan antara dua tetangga bersenjata nuklir tersebut.

Sebelumnya, India dan Pakistan sepakat melakukan gencatan senjata pada 12-18 Mei 2025. Gencatan senjata menjadikan konflik kedua negara dibekukan. Tanpa perjanjian damai yang mengikat, keduanya berpotensi terlibat pertempuran di masa mendatang

Baca juga : Jemaah Haji Pengguna Kursi Roda Masuk Bus Diangkat Lift Hidrolik

Masalah kedua terkait perda­gangan. Trump mengklaim salah satu alasan India dan Pakistan berdamai karena tarif dagang. Hal ini membuat kubu oposisi India geram.

“Mereka merasa Modi lebih ngurusin ekonomi dengan AS daripada prioritas keamanan negara,” analisa Mukherjee.

Pemerintah India langsung membantah klaim Trump. Mereka bilang, perdagangan dengan AS tidak ada hubungannya dengan gencatan senjata.

Tetapi Trump bercerita seakan-akan dia melakukan nego­siasi perdamaian melalui perda­gangan. Saat di Arab Saudi, Trump menjadikan gencatan senjata India sebagai candaan.

Adsense

Baca juga : Istana: Bahas Politik Ada Waktunya

“Trump mengatakan, jangan perdagangkan rudal nuklir, mari kita perdagangkan barang-barang yang kalian buat dengan sangat indah,” kata Mukherjee, mengutip ucapan Trump.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense