RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bikin dua masalah besar yang membuat Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mumet. Pertama, terkait gencatan senjata dengan Pakistan. Kedua, soal urusan perdagangan dengan Negeri Paman Sam.
Dua hal itu disoroti pengamat yang juga seorang kolumnis opini senior di Bloomberg Opinion Andy Mukherjee, Selasa (20/5/2025). Mukherjee dikenal sebagai pengamat yang tajam dalam menganalisis hubungan antara kebijakan ekonomi dan dinamika geopolitik di Asia.
Dilansir Channel News Asia (CNA), Trump mengklaim bahwa AS yang menjadi penengah gencatan senjata antara India dan Pakistan. Trump mencoba mengambil kredit dari konflik antara dua negara pemilik nuklir yang bertetangga.
Klaim Trump tersebut membuat Modi pusing. Sebab, selama ini India hanya ingin urusan Kashmir diselesaikan langsung antara India dan Pakistan, tanpa campur tangan negara lain.
Baca juga : Ingin Menikah Untuk Pertama & Terakhir
“Pernyataan Trump menimbulkan kesan posisi India kelihatan lemah. Seolah-olah Modi tidak bisa mengatur urusan negaranya sendiri. Trump telah memasukkan Washington ke dalam sengketa Kashmir, sesuatu yang sebelumnya merupakan urusan bilateral India dengan Pakistan,” terang Mukherjee.
Sebagai informasi, Tentara Angkatan Darat India pada Minggu (18/5/2025), mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Pakistan berlanjut.
Menurut militer New Delhi, tidak ada tanggal kedaluwarsa untuk kelanjutan penghentian permusuhan antara dua tetangga bersenjata nuklir tersebut.
Sebelumnya, India dan Pakistan sepakat melakukan gencatan senjata pada 12-18 Mei 2025. Gencatan senjata menjadikan konflik kedua negara dibekukan. Tanpa perjanjian damai yang mengikat, keduanya berpotensi terlibat pertempuran di masa mendatang
Baca juga : Jemaah Haji Pengguna Kursi Roda Masuk Bus Diangkat Lift Hidrolik
Masalah kedua terkait perdagangan. Trump mengklaim salah satu alasan India dan Pakistan berdamai karena tarif dagang. Hal ini membuat kubu oposisi India geram.
“Mereka merasa Modi lebih ngurusin ekonomi dengan AS daripada prioritas keamanan negara,” analisa Mukherjee.
Pemerintah India langsung membantah klaim Trump. Mereka bilang, perdagangan dengan AS tidak ada hubungannya dengan gencatan senjata.
Tetapi Trump bercerita seakan-akan dia melakukan negosiasi perdamaian melalui perdagangan. Saat di Arab Saudi, Trump menjadikan gencatan senjata India sebagai candaan.
Baca juga : Istana: Bahas Politik Ada Waktunya
“Trump mengatakan, jangan perdagangkan rudal nuklir, mari kita perdagangkan barang-barang yang kalian buat dengan sangat indah,” kata Mukherjee, mengutip ucapan Trump.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.