BREAKING NEWS
 

Upaya Perdamaian Kembali Ke Titik Nol

Trump-Putin Teleponan, Ukraina & Eropa Terpukul

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 23 Mei 2025 04:05 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Percakapan lewat telepon antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai perang di Ukraina, menjadi pukulan bagi Kiev dan sekutunya.

Sebelumnya, Trump mendukung gagasan gencatan senjata 30 hari tanpa syarat, yang diharapkan Ukraina bisa membuka jalan bagi negosiasi damai. Namun, dalam percakapan dua jam dengan Putin, Trump mundur dari sikap tersebut. Langkah yang membuat Ukraina kembali ke titik nol dalam upaya diplomatiknya untuk menghentikan perang.

Baca juga : RI-Turki Target Kerja Sama Rp 167 Triliun

Selain itu, Trump mengubah pendekatannya dari ancaman sanksi terhadap Rusia menjadi tawaran kemitraan ekonomi jika perang berakhir. Pergeseran ini menguntungkan Moskow dan membuat sekutu Ukraina kecewa karena strategi tekanan terhadap Rusia menjadi lebih lunak.

Dilansir Reuters, Rabu (21/5/2025), Trump menelepon Putin selama dua jam pada Senin (19/5/2025). Tetapi, usai panggilan telepon tersebut, Trump seperti tidak lagi ingin membicarakan soal perang Ukraina. Presiden AS ke-47 itu mengisyaratkan perang di Ukraina bukan lagi tanggung jawabnya. Hal ini membuat Ukraina semakin terpojok.

Baca juga : PBB Dukung Rencana Pertemuan Trump-Putin Untuk Akhiri Perang Ukraina

Tindakan yang dilakukan Trump juga mengejutkan para pemimpin Eropa. Seorang diplomat Eropa mengatakan, Trump telah menyetujui pendekatan yang diusulkan bersama Uni Eropa sebelum menelepon Putin. Salah satunya, meminta gencatan senjata tanpa syarat dan menerapkan sanksi tambahan jika tidak ada perubahan.

“Tetapi dia jelas-jelas mengabaikan ide ini ketika berbicara dengan Putin. Mustahil untuk mempercayainya lebih dari satu hari. Dia tampaknya sama sekali tidak tertarik dengan Ukraina,” kata seorang diplomat Eropa yang tidak mau namanya disebut, kepada Reuters.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense